Artikel

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

KARYA ILMIAH

KARYA ILMIAH

 

 SUSU KEDELAI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di Susun Oleh :

 

 

TUAN MUDA BERTAL_87

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

 

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolonganNya kami dapat menyelesaiakan karya ilmiah yang berjudul ‘Membuat susu kedelai’. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.

 

Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada guru pembimbing yang telah membantu kami dalam mengerjakan proyek ilmiah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman mahasiswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini.

 

Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada masyarakat dari hasil karya ilmiah ini. Karena itu kami berharap semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.

  

Semoga karya ilmiah yang kami buat ini dapat membuat kita mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyusun

Talango, 31 maret 2014

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Kedelai (kadang-kadang ditambah “kacang” di depan namanya) adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecaptahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur. Kedelai putih diperkenalkan ke Nusantara oleh pendatang dari Cina sejak maraknya perdagangan dengan Tiongkok, sementara kedelai hitam sudah dikenal lama orang penduduk setempat. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.

Kacang kedelai dikenal sebagai salah satu makanan yang memiliki tingkat protein nabati sangat tinggi. Tidak hanya itu, kacang kedelai terutama yang sudah diolah menjadi susu kedelai ternyata memiliki kandungan gizi yang tidak kalah, bahkan memikili kandungan yang jauh lebih baik bila dibandingkan dengan susu sapi biasa. Susu kedelai juga berfungsi sebagai pembentuk kandungan tulang baru, memperkuat tulang, mengatur fungsi otot, meredarkan darah dengan normal, mengontrol asam lemak di usus.

Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia betina. Susu biasanya dikonsusmsi oleh masyarakat berupa susu sapi biasa. Susu banyak memiliki kandungan gizi yang tinggi berupa protein dan vitamin. Dan dapat meningkatkan kalsium dalam tubuh. Namun, dapat juga menyebabkan penyakit, di ataranya: Gatal-gatal di kulit, saluran cerna, serta saluran napas, gangguan pada saluran cerna, karena saluran cerna merupakan organ yang pertama kali kontak dengan makanan tersebut, sehingga biasanya jika orang selesai minum susu sapi selang beberapa saat akan muntah-muntah dan diare. Diare adalah penyakit yang disebabkan bakteri yang terkandung dalam suatu makanan atau minuman. Penyakit ini sangat berbahaya jika dibiarkan akan menyebabkan rusak organ pencernaan karena dan dapat meyebabkan kematian. Pencegahan pada penyakit ini adalah meminum obat diare dan menghindarkan makanan atau minuman yang menambah parahnya penyakit ini. Misalnya meminum susu sapi yang selektif. Karena jika susu sapi yang terkontaminasi.

Berdasarkan latar belakang di atas akan perlu adanya alternatif pengganti susu sapi .sebagai penggantinya adalah susu kedelai. Susu kedelai memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan susu sapi. Sehingga susu kedelai dapat dijadikan alternatif susu sapi. Dalam penelitian ini“Susu Kedelai menjadi alternatif Pengganti Susu Sapi.”

 

1.2  Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan, dalam penyusunan karya ilmiah ini sebagai berikut:

1.    Bagaimana cara pembuatan susu kedelai?

2.    Bagaimana respon masyarakat (responden) terhadap minuman susu kedelai ditinjau dari aroma, rasa, dan warna?

3.    Bagaimana nilai ekonomis dari susu kedelai?

 

1.3  Tujuan Penelitian

Dari rumusan masalah di atas, ada beberapa tujuan dalam penulisan karya ilmiah ini yaitu:

1.    Untuk mengetahui cara pembuatan minuman susu kedelai.

2.    Untuk mengetahui respon masyarakat (responden) terhadap minuman susu kedelai jika ditinjau dari aroma, rasa, dan warna.

3.    Untuk mengetahui nilai ekonomis dari minuman susu kedelai.

 

1.4  Manfaat Penelitian

Dari penulisan karya ilmiah ini, dapat diambil beberapa manfaat yaitu :

1.    Bagi Peneliti

Dengan penulisan karya ilmiah ini dapat mengetahui manfaat lain kedelai sehingga dapat memenuhi gizi dengan alternatif pengganti susu sapi.

2.    Bagi Sekolah

Sekolah dapat memberikan informasi pada sisiwanya tentang pemanfaatan kedelai sebagai pengganti susu sapi.

3.    Bagi Masyarakat

Masyarakat dapat menyajikan sendiri variasi susu dari bahan baru yang memiliki kandungan yang tidak kalah dengan susu sapi.

4.    Bagi Pemerintah

Pemerintah dapat menyajikan suatu alternatif baru yang dapat menambah variasi pangan sesuai dengan peraturan sebagai upaya menciptakan produk inovatif yang dapat diberikan kepada khalayak ramai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

2.1 Kedelai

Kedelai (kadang-kadang ditambah “kacang” di depan namanya) adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur sepertikecaptahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur. Kedelai putih diperkenalkan ke Nusantara oleh pendatang dari Cina sejak maraknya perdagangan dengan Tiongkok, sementara kedelai hitam sudah dikenal lama orang penduduk setempat. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.

Kedelai merupakan tanaman dikotil semusim dengan percabangan sedikit, sistem perakaran akar tunggang, dan batang berkambium. Kedelai dapat berubah penampilan menjadi tumbuhan setengah merambat dalam keadaan pencahayaan rendah. Kedelai, khususnya kedelai putih dari daerah subtropik[1], juga merupakan tanaman hari pendek dengan waktu kritis rata-rata 13 jam. Ia akan segera berbunga apabila pada masa siap berbunga panjang hari kurang dari 13 jam. Ini menjelaskan rendahnya produksi di daerah tropika, karena tanaman terlalu dini berbunga. Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan endosperma. Embrio terletak di antara keping biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau, coklat. Pusar biji (hilum) adalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapi ada pula yang bundar atau bulat agak pipih. Biji kedelai yang kering akan berkecambah bila memperoleh air yang cukup.

Kecambah kedelai tergolong epigeous, yaitu keping biji muncul di atas tanah. Warna hipokotil[2], yaitu bagian batang kecambah dibawah kepiing, ungu atau hijau yang berhubungan dengan warna bunga. Kedelai yang berhipokotil ungu berbunga ungu, sedang yang berhipokotil hijau berbunga putih. Kecambah kedelai dapat digunakan sebagai sayuran (tauge). Buah kedelai berbentuk polong. Setiap tanaman mampu menghasilkan 100 – 250 polong. Polong kedelai berbulu dan berwarna kuning kecoklatan atau abu-abu. Selama proses pematangan buah, polong yang mula-mula berwarna hijau akan berubah menjadi kehitaman. Pada buku (nodus) pertama tanaman yang tumbuh dari biji terbentuk sepasang daun tunggal.             

Selanjutnya, pada semua buku di atasnya terbentuk daun majemuk selalu dengan tiga helai. Helai daun tunggal memiliki tangkai pendek dan daun bertiga mempunyai tangkai agak panjang. Masing-masing daun berbentuk oval, tipis, dan berwarna hijau. Permukaan daun berbulu halus (trichoma) pada kedua sisi. Tunas[3] atau bunga akan muncul pada ketiak tangkai daun majemuk[4]. Setelah tua, daun menguning dan gugur, mulai dari daun yang menempel di bagian bawah batang.

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan

Plantae

Filum

Magnoliophyta

Kelas

Magnoliopsida

Ordo

Fabales

Famili

Fabaceae

Upafamili

Faboideae                 

Tabel 1 : kalsifikasi kedelai

2.2  Susu Kedelai

            Kacang kedelai dikenal sebagai salah satu makanan yang memiliki tingkat protein nabati sangat tinggi. Manfaat susu kedelai untuk kesehatan sangat penting. Tidak hanya itu, kacang kedelai terutama yang sudah diolah menjadi susu kedelai ternyata memiliki kandungan gizi yang tidak kalah, bahkan memiliki kandungan yang jauh lebih baik bila dibandingkan dengan susu sapi biasa. Menurut penelitian yang dilakukan oleh beberapa pakar gizi, susu kedelai sangat dianjurkan untuk dijadikan sebagai pengganti susu formula untuk bayi di atas 4 bulan karena terbukti lebih aman dari bakteri jahat yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan pada bayi. Dalam tubuh terdapat kolesterol[5] jahat yang menuai pengapuran pembuluh darah. Maka, HDL atau kolesterol baik dalam susu kedelai mampu mencegah pengapuran tersebut dengan melawan kolesterol jahat. Susu kedelai juga berfungsi sebagai pembentuk kandungan tulang baru, memperkuat tulang, mengatur fungsi otot, meredarkan darah dengan normal, dan mengontrol asam lemak di usus.

Penelitian pada manusia menunjukkan bahwa polisakarida[6] yang terkandung dalam kedelai mampu menekan kadar glukosa dan trigliserida postpandrial, serta menurunkan rasio insulin-glukosa postpandrial (setelah makan). Hal ini membuktikan bahwa kandungan polisakarida pada kedelai mampu mengendalikan kadar gula darah yang berlebih dalam tubuh. Diabetes mellitus muncul akibat dari kurang berfungsinya atau terganggunya fungsi insulin, sehingga kadar gula darah meningkat sampai jauh melebihi batas normal. Asupan susu kedelai dapat membantu mengendalikan kadar gula darah yang melebihi batas normal tersebut, sehingga sangat membantu mengendalikan gejala penyakit gula ini.

  Gambar 1

 

2.3  Kandungan dan manfaat susu kedelai

1)      Kandungan

Kedelai selain sumber serat termasuk sumber protein nabati dan lesitin juga sumber vitamin A, B kompleks, vitamin E,, fosfor, magnesium,kalsium, dan zat besi.

2)      Manfaat

a)      Kanker

Di masyarakat Jepang yang suka mengonsumsi kedelai, insiden kanker jarang terjadi. Ternyata, kedelai mengandung fitoestrogen, zat yang mirip hormon estrogen, dan juga isoflavon yang antioksidan. Jenis kanker yang dapat dicegah antara lain payudara, saluran telur, indung telur dan prostat.

b)      Osteoporosis

Fitoestrogennya mampu mencegah osteoporosis. Belum lagi ekstra kalsium dalam tahu yang dibuat dari kalsium klorida, proteinnya juga ikut mengurangi pengeluara kalsium melalui urin.

c)      Anemia

Tempe yang mengalami fermentasi meningkatkan aktivitas vitamin B12 yang berperan dalam pembentukan sel-sel darah merah.

d)      Diabetes Mellitus

Nilai serat, vitamin B kompleks, serta kandungan asam aminonya membuat tempe sumber protein sempurna bagi penderita diabetes mellitus.

e)      Jantung Koroner :

Zat-zat dalam tempe yang mampu membantu menurunkan lemak darah adalah protein, PUFA, serat, niasin, vitamin E, karetenoid, isoflavon, dan kalsium. Mengonsumsi tempe dalam jumlah tertentu secara teratur, dapat menurunkan kolesterol total dan LDL.

f)       Anti aging

 Sifatnya yang antioksidan, bila dikonsumsi dalam jumlah cukup dan teratur dapat membantu mencegah penuaan dini.

 

Jenis produk susu

Berdasarkan kandungan lemak yang terdapat di dalamnya, produk susu dapat dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu susu murni (whole milk), susu kurang lemak (reduced fat milk), susu rendah lemak (low fat milk), dan susu bebas lemak (free-fat Milk) atau susu skim (skim milk).Susu murni harus mengandung sekurang-kurangnya 3,25% dari lemak susu dan 8,25% padatan susu bukan lemak (protein, karbohidrat, vitamin larut air, dan mineral). Penambahan vitamin A dan D pada susu ini bersifat fakultatif[10].Susu kurang lemak banyak dipilih orang orang-orang yang ingin mengurangi konsumsi lemak di dalam susu. Sesuai dengan namanya, kadar lemak pada susu ini telah dikurangi hingga tersisa 2%. Untuk konsumen yang menginginkan konsumsi lemak lebih sedikit lagi, diciptakanlah susu rendah lemak. Kadar lemak pada susu ini telah dikurangi hingga tersisa 1%.

Pada susu skim, kadar lemaknya dikurangi hingga hampir tidak ada sama sekali (0,1%), namun residu dari lemak susunya boleh tersisa hingga maksimum 0,5%. Karena vitamin A dan D yang larut dalam lemak ikut hilang pada proses penghilangan lemak, pada susu kurang lemak, susu rendah lemak, dan susu skim umumnya ditambahkan kedua vitamin tersebut.

Susu murni yang dipanaskan selama beberapa waktu akan terubah menjadi evaporated milk. Susu ini terbentuk melalui pemanasan susu dengan menggunakan pompa vakum untuk menghilangkan kira-kira 60% kadar airnya. Selain penghilangan air, dalam pembuatanevaporated milk ini juga dilakukan penambahan vitamin D serta standardisasi nutrisi. Selanjutnya susu ini akan dipanaskan pada suhu 115,5-118,5 °C selama 15 menit untuk sterilisasi. Hasilnya,evaporated milk akan berstruktur lebih pekat dibandingkan susu murni, dan mengandung kira-kira 25% padatan susu bukan lemak. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI

 

 

3.1 Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif.Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya.

Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematisteori teori dan atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam.” Oleh sebab itu, dalam melakukan penelitian kuantitatif perlu adanya hubungan antara pengamatan secara empiris dengan cara riset ke lapangan atau observasi dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif. “Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.Pendekatan ini juga digunakan sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek dari pendidikan. Istilah penelitian kuantitatif sering dipergunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk membedakannya denganpenelitian kualitatif. Pendekatan ini juga digunakan sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek dari pendidikan. Istilah penelitian kuantitatif sering dipergunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk membedakannya dengan penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif banyak dipergunakan baik dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial, dari fisika dan biologi hingga sosiologi danjurnalisme. Pendekatan ini juga digunakan sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek daripendidikan. Istilah penelitian kuantitatif sering dipergunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk membedakannya dengan penelitian kualitatif.

Penelitian kuantitatif adalah definisi, pengukuran data kuantitatif dan statistik objektif melalui perhitungan ilmiah berasal dari sampel orang-orang atau penduduk yang diminta menjawab atas sejumlah pertanyaan tentang survei untuk menentukan frekuensi dan persentase tanggapan mereka. Sebagai contoh: 240 orang, 79% dari populasi sampel, mengatakan bahwa mereka lebih percaya pada diri mereka pribadi masa depan mereka dari setahun yang lalu hingga hari ini. Menurut ketentuan ukuran sampel statistik yang berlaku, maka 79% dari penemuan dapat diproyeksikan ke seluruh populasi dari sampel yang telah dipilih. pengambilan data ini adalah disebut sebagai survei kuantitatif atau penelitian kuantitatif.

Ukuran sampel untuk survei oleh statistik dihitung dengan menggunakan rumusan untuk menentukan seberapa besar ukuran sampel yang diperlukan dari suatu populasi untuk mencapai hasil dengan tingkat akurasi yang dapat diterima. pada umumnya, para peneliti mencari ukuran sampel yang akan menghasilkan temuan dengan minimal 95% tingkat keyakinan (yang berarti bahwa jika Anda survei diulang 100 kali, 95 kali dari seratus, Anda akan mendapatkan respon yang sama) dan plus / minus 5 persentase poin margin dari kesalahan. Banyak survei sampel dirancang untuk menghasilkan margin yang lebih kecil dari kesalahan.

Beberapa survei dengan melalui pertanyaan tertulis dan tes, kriteria yang sesuai untuk memilih metode dan teknologi untuk mengumpulkan informasi dari berbagai macam responden survei, survei dan administrasi statistik analisis dan pelaporan semua layanan yang diberikan oleh pengantar komunikasi. Namun, oleh karena sifat teknisnya metode pilihan pada survei atau penelitian oleh karena sifat teknis, maka topik yang lain tidak tercakup dalam cakupan ini.

 

  1. 2 Latar Penelitian

                    Latar pada penelitian ini dilakukan di kelas XI IPA B di SMAN 1 Pamekasan. Untuk meningkatkan pengetahuan tentang alternatif pengganti susu sapi yaitu susu kedelai. Diperlukan siswa-siswa yang memiliki pengetahuan yang baik mengenai kandungan gizi yang terdapat pada susu kedelai, sehingga siswa-siswi dapat mengkonsumsi susu kedelai, dan sebagai alternatif susu sapi. Oleh karena itu, peneliti mengambil latar di kelas XI IPA B di SMAN 1 Pamekasan untuk mengetahui pemahaman setiap individu (siswa-siswi) terhadap kandungan gizi yang terdapat pada susu kedelai. Dan dari hasil penelitian ini akan diketahui pemahaman setiap siswa tentang manfaat dari susu kedelai. Yang dapat menjadi alternatif pengganti susu sapi dan bagi siswa-siswi alergi terhadap susu sapi ini adalah solusi tepat untuk mengganti kandungan gizi susu sapi karena kadungan gizi yang terdapat pada susu kedelai. Banyaknya manfaat susu kedelai belum diketahui siwa-siswi sehingga peneliti akan memberikan pemahaman tentang susu kedelai. Susu kedelai merupakan olahan dari kedelai yang sangat mudah membuatnya. Dengan bahan yang melimpah, peneliti akan menggunakan bahan ini menjadi berbeda. Salah satunya adalah susu kedelai. Untuk meningkatkan pertumbuhan, melancarakan peredaran darah, dan mengrangi kadar gula di dalam tubuh.

 

  1. 3 Teknik Pengumpulan Data

1. Observasi

Observasi atau pengamatan adalah kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan panca indera mata sebagai alat Bantu utamanya selain panca indera lainnya seperti telinga, penciuman, mulut dan kulit. Oleh karena itu, observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja panca indera mata serta dibantu panca indera lainnya. Hal ini digunakan sebagai metode untuk menghimpun data sehingga dapat diamati oleh peneliti” (Bungin, 2001: 142).

 

2. Metode Angket

Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Angket digunakan sebagai metode pengumpulan data untuk individu. Slameto (1999: 128) menyatakan bahwa angket merupakan suatu daftar pertanyaan- pertanyaan tertulis yang harus dijawab siswa yang menjadi sasaran dari angket tersebut. Tujuan digunakan angket dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pacaran terhadap prestasi siswa di pamekasan.

 

  1. 4 Teknik Analisis Data

Analisis data yang digunakan peneliti didalam penelitian ini berdasarkan dari metode penelitian, yaitu analisa kuantitatif. Analisis data yang digunakan peneliti didalam penelitian ini berdasarkan dari metode penelitian, yaitu analisa kuantitatif, yaitu pendekatan sains untuk dipergunakan dalam pengambilan keputusan atau pengolahan data dengan kaidah-kaidah matematik terhadap data angka atau numeric. “Pendekatan kuantitatif mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian dan variabel-variabel tersebut harus didefenisikan dalam bentuk operasionalisasi variable masing-masing. Reliabilitas dan validitas merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam menggunakan pendekatan ini karena kedua elemen tersebut akan menentukan kualitas hasil penelitian dan kemampuan replikasi serta generalisasi penggunaan model penelitian sejenis. Selanjutnya, penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesa dan pengujiannya yang kemudian akan menentukan tahapan-tahapan berikutnya, seperti penentuan teknik analisa dan formula statistik yang akan digunakan.  Pendekatan kuantitatif  lebih memberikan makna dalam hubungannya dengan penafsiran angka statistik bukan makna secara kebahasaan dan kulturalnya. pendekatan kuantitatif berpijak pada apa yang disebut dengan fungsionalisme struktural, realisme, positivisme, behaviourisme dan empirisme yang intinya menekankan pada hal-hal yang bersifat kongkrit, uji empiris dan fakta-fakta yang nyata. Pendekatan kuantitatif bertujuan untuk menguji teori, membangun fakta, menunjukkan hubungan antar variable, memberikan deskripsi statistik, menaksir dan meramalkan hasilnya. pendekatan kuantitatif digunakan maka teknik yang dipakai akan berbentuk observasi terstruktur, survei dengan menggunakan kuesioner, eksperimen dan eksperimen semu. Dalam mencari data, biasanya peneliti menggunakan kuesioner tertulis atau dibacakan. Teknik mengacu pada tujuan penelitian dan jenis data yang diperlukan apakah itu data primer atau sekunder. Analisa dalam penelitian kuantitatif bersifat deduktif, uji empiris teori yang dipakai dan dilakukan setelah selesai pengumpulan data secara tuntas dengan menggunakan sarana statistik, seperti korelasi, uji t, analisa varian dan covarian, analisa faktor, regresi linear dan lain-lain.. Seluruh data yang diperoleh akan dianalisis melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:

1. Hasil seluruh catatan selama observasi atau pengamatan secara langsung ditranskripkan secara detail.

2.   Hasil rekaman dari wawancara juga akan ditranskripkan secara detail.

3. Kemudian hasil tersebut diinterpretasikan bagaimana hambatan komunikasi antarbudaya yang terjadi antara suami tionghoa dan istri Jawa.

4.  Setelah seluruh data yang didapat dianalisis dan juga diinterpretasikan, maka langkah selanjutnya akan ditarik kesimpulan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Pembuatan susu kedelai

                  Cara mengolah susu kedelai menggunakan alat dan bahan, antara lain :

Alat           :               

1.      Panci

2.       Penggiling batu

3.       Kain Saring atau kain blacu

4.      Tungku atau kompor

Bahan       :

1.      Kedelai                                                                         1 kg

2.      Air panas                                                                     8 liter                          

3.      Air untuk perendaman                                              3 liter

4.      Gula pasir                                                                    100-200 gr

5.      Panili                                                                            2 gr

6.      Coklat                                                                           15 gr

7.      Garam                                                                          15 gr

 

CARA PEMBUATAN

1) Bersihkan kedelai dari segala kotoran, kemudian cuci;

2) Rebus kedelai yang telah bersih selama kira-kira 15 menit, lalu rendam

    dalam air bersih selama kira-kira 12 jam;

3) Cuci sampai kulit arinya terkelupas. Hancurkan dengan penggiling dari batu;

4) Campur kedelai yang sudah halus dengan air panas. Aduk-aduk campuran

    sampai rata;

5) Saring campuran dengan kain saring, sehingga diperoleh larutan susu

    kedelai;

6) Tambakan gula pasir, panili, coklat, dan garam ke dalam larutan susu, aduk sampai rata dan panaskan hingga mendidih.

Gambar 2

      Dari setiap langkah pada carapembuatan diatas dapat dijelaskan tujuan dan manfaat dari langkah-

langkah yang akan dilakukan.

a)      Pencucian kedelai

Pembasuhan dilakukann untuk menghilangkan kotoran dan menjaga kesterilan bahan

b)      Perebusan kedelai

Perebusan dilakukan untuk menghilangkan bakteri dan memudahkan pengupasan kulit kedelai

c)      Perendaman kedelai

Perendaman dilakukan untuk membantu proses pengelupasan kulit kedelai yang keras dan juga untuk menjaga suhu

d)      Pencucian dan Pengupasan kedelai

Dilakukan untuk membersihkan kembali kedelai yang setelah dilakukan perendaman dan pengupasan dilakukan untuk membantu proses  berikutnya.

e)      Penggilingan Kedelai

Dilakukan untuk menghaluskan kedelai dan membantu untuk proses  selanjutnya.

f)       Penambahan  air panas

Dilakukan untuk membantuk proses pencampuran kedelai dan pengadukan dilakukan untuk meratakan adonan kedelai yang telah halus.

g)      Penambahan bahan yang lain.

Yaitu percampuran bahan yang lain untuk membuat susu kedelai yang diinginkan

Misalnya : gula pasir, panili, coklat, dan garam.

h)      Pemanasan

Dilakukan untuk tahap terakhir membuat sus kedelai, yaitu pemansan seluruh adonan susu kedelai, dan susu kedelai siap disajikan, dan siap dikonsumsi.

 

4.2 Uji Panelis Susu Kedelai

              Untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang minuman susu berbahan dasar kedelai ini maka diadakan uji panelis untuk membandingkan susu sapi dan susu kedelai. Jumlah responden dalam uji panelis ini adalah 32 orang yaitu siswa-siswi kelas XI IPA B di SMAN 1 Pamekasan. kriteria dalam penelaian ini meliputi rasa, warna, dan aroma.

      Hasil uji panelis tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Susu Sapi

Susu Kedelai

Kriteria

Rata-rata Per 32

Responden

Kriteria

Rata-rata per 32

Responden

Aroma

4,25

Aroma

4,56

Warna

4,375

Warna

4,65

Rasa

4

Rasa

4,125

     

               Dari tabel diatas dapat diambil kesimpulan bahwa dari 32 responden rata-rata menyukai susu kedelai dari pada susu sapi. Hal ini dapat dilihat dari segala criteria yang ada, susu kedelai mendekati enak dengan skor mendekati 5 yang diolah dengan komposisi yang tepat.

                Selain itu susu kedelai lebih perlu sedikit gula daripada susu sapi untuk menjadi manis. sehingga, minuman susu kedelai dapat diterima sebagai susu yang bergizi tinggi dan memiliki kelebihan daripada susu sapi. Susu kedelai dapat diterima juga karena manfaat dan kandungan pada kedelai. Susu kedelai juga bermanfaat dapat menambah hormon insulin yang dapat mengurangi kadar gula di dalam tubuh. Susu kedelai merupakan minuman yang paket yang lengkap karena meliputi rasa, warna dan aroma.

 

 

 

Perbandingan komposisi susu kedelai dan susu sapi tiap 100 gram

KOMPONEN

SUSU KEDELAI

SUSU SAPI

Kalori (Kkal)

41

61

Protein (g)

3,5

3,2

Kalsium (mg)

50

143

Karbohidrat (g)

5

4,3

Lemak (g)

2,5

3,5

Fosfor (g)

45

60

Besi (g)

0,7

1,7

Vitamin A (SI)

200

130

Vitamin B1 (tiamin)(mg)

0,08

0,03

Vitamin C (mg)

2

1

Air (g)

87

88,33

                                                                                          Sumber : Direktorat gizi, Depkes RI

4.3 Nilai Ekonomis Susu kedelai

a. pengeluaran

      pengeluaran merupakan biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu barang. Untuk membuat 1 botol besar susu kedelai dan susu sapi yang ada di pasaran, dibutuhkan bahan seperti berikut ini :

Susu Kedelai

Susu Sapi

Bahan-bahan

Biaya

Bahan-bahan

Biaya

Susu kedelai 200 mL

Rp 3.500,00

Susu sapi 200 mL

Rp 6000,00

Gula

Rp 1.500,00

Gula

Rp 1.500,00

Lain-lain

Rp 1.000,00

Lain-lain

Rp 1.000,00

Total

Rp 6.000,00

Total

Rp 8.500,00

 

 

        Dari tabel di atas dapat dianalisis jika biaya yang dibutuhkan untuk membuat susu kedelai lebih sedikit dibandingkan dengan susu sapi yamg ada di pasaran. Susu kedelai terbuat dari bahan yang murah namun bergizi tinggi dan bahan yang sangat melimpah.

b. pendapatan

        jika semua bahan susu kedelai atau susu sapi dicampur, menghasilkan 4 gelas dengan harga tiap  satu gelas Rp 3.000,00  maka dalam 4 gelas tersebut produsen atau yang membuat susu kedelai atau susu sapi akan menghasilkan pemasukan kotor Rp 12.000,00 dari perhitungan tersebut pendapatan yang diperoleh dari penjualan susu kedelai atau susu sapi seimbang yaitu Rp 12.000,00.

c. Keuntungan

        keuntungan merupakan selisih antar pendapatan yang diperoleh dengan pengeluaran total.

Ø  keuntungan susu sapi

Rp 12.000 – Rp 8.500 = Rp 3.500, sedangkan keuntungan tiap gelasnya adalah

Rp 3.500 : 4 = Rp 875

Ø  keuntungan susu kedelai

Rp 12.000 – Rp 6000 = Rp 6.000, sedangkan keuntungan tiap gelasnya adalah

Rp 6.000 : 4 = Rp 1.500

 

     Keuntungan yang diperoleh dari penjualan susu kedelai lebih besar jika dibandingkan

Susu sapi yang ada di pasaran. karena harga dari susu kedelai lebih murah dibandingkan susu sapi. Sehingga masayarakat banyak menggunakn susu kedelai sebagai alternatif pengganti susu susu sapi. kandungan dan manfaat yang dimiliki susu kedelai yang hampir sama dengan susu sapi sebagai alasan para konsumen menggunakan susu kedelai dan

karena harga yang murah dibandingkan susu sapi juga. Ini akan menjadi ladang bisnis yang sangat tinggi bagi para produsen susu kedelai karena memiyang sangat menjanjikan karena pendapatan yang diperoleh susu kedelai tinggi dibandingkan susu sapi.

 

 

d. Kelayakan Usaha

            kelayakan usaha dapat diketahui dengan menghitung benefit cost ratio (B/C) sebagai berikut :

Ø  Susu sapi

B/C          = keuntungan : hasil penjualan

                 = Rp 3.500 : Rp 8.500 = 0.41

Ø  Susu kedelai

B/C          = keuntungan : hasil penjualan

                 = Rp 6.000 : Rp 6.000 = 1

 

 

Berdasarkan perhitungan di atas, susu kedelai layak untuk dijadikan suatu usaha dan mempunyai benefit cost ratio yang lebih baik dari susu sapi yang ada di pasaran. Hal ini terjadi karena biaya yang dikeluarkan lebih sedikit dibandingkan susu kedelai. Susu kedelai memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Pembelian bahan sedikit namun yang dihasilkan sangat banyak. Susu kedelai memiliki keuntungan yang tinggi dibandingkan susu sapi. Dan susu kedelai memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan susu sapi, sehingga susu kedelai menjadi alternatif pengganti susu sapi. Karena semua orang tidak bisa mengkonsumsi susu sapi karena penyakit alergi dan diare.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

      Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan dari percobaan yag telah dialakukan , yaiut :

1)      Kedelai yang sudah dikupas dan dikukus, kemudian digilimg hingga halus , dapat diolah menjadi susu kedelai.

2)      Kedelai yang diolah menjadi susu kedelai banyak diminati atau enak menurut responden.

3)      Kedelai memiliki nilaki ekonomis yang cukup tinggi sehingga dapat dijadikan prospek usaha bagi masyarakat dalam rangka penambahan pendapat. Dan dapat dijadikan home industri karena bahan yang sangat mudah didapat dan mudah diolah sehingga bisnis susu kedelai menjadi ladang bisnis yang menjajikan

5.2 Saran

      Dengan adanya karya ilmiah ini diharapkan masyarakat Indonesia menjadi orang yang lebih inovatif dan mampu berkaraya dengan  mengolah barang yang tidak mempunyai nilai ekonomis menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomis. misalnya kedelai yang tadinya kurang dilirik oleh masyarakat dapat dijadikan susu  kedelai yang sangat bermanfaat bagi tubuh, antara lain, mengatasi diabetes mellitus, osteoporosis,dll. Dengan hal tersebut pemerintah dapat mengurangi jumlah pengangguran dengan mensosialisasikan cara pembuatan susu kedelai dengan bahan dasar kedelai sehingga para pengangguran memiliki pekerjaan yang layak dan dapat membuka lapangan usaha baru. Semoga pembuatan susu kedelai dengan bahan dasar kedelai ini terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat ataupun pemerintah sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Pemanfaatan kedelai belum banyak diketahui oleh sebagian masyarakat sehingga ini menjadi ladang bisnis baru buat masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://referensikedokteran.blogspot.com/2010/10/alergi-susu-sapi-pada-anak.html

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=102817:hati-hati-minum-susu-pun-miliki-dampak-buruk&catid=28&Itemid=48

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=102817:hati-hati-minum-susu-pun-miliki-dampak-buruk&catid=28&Itemid=48

http://id.wikipedia.org/wiki/Susu

http://www.ronywijaya.web.id/2011/05/manfaat-susu-kedelai.html

https://docs.google.com/viewer?

a=v&q=cache:4bodwqal8b4j:www.warintek.ristek.go.id/pangan_kesehatan/pangan/piwp/susu_kedelai.pdf+susu+kedelai&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=adgeesimryl53r6fcsrv6hscioly2xzcvf99vhqkdwmsdqvzeedbzuzcofcfvjteko6ebcc7r-qb6dlx_fakymdubcljo_aogujns_zglqw9npl1empqymoop71wjjowtxocohjngbib&sig=ahietbrb7pxxrmaelf_z3piyoztpa_

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

LAPORAN PRAKTIKUM KKPI MERENCANAKAN JARINGAN DENGAN TOPOLOGI START ( 06 )

  1. TUJUAN

Bertujuan agar siswa dapat merancang dan mengetahui jaringan topologi Start yang merupakan metode yang di gunakan untuk menghubungkan antara komputer yang satu dengan komputer yang lain ataupun dari Server ke Client sehingga membentuk sebuah jaringan.

  1. TEORI

v  TOPOLOGI STAR (BINTANG)

 

v  DEFINISI TOPOLOGI

Topologi adalah Cara / Metode yang di gunakan untuk menghubungkan antara komputer yang satu dengan komputer yang lain ataupun dari Server ke Client sehingga membentuk sebuah jaringan.

 

 v TOPOLOGI STAR

Topologi Star (bintang) merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna.

 

v  KELEBIHAN TOPOLOGI STAR

–          Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.

–          Tingkat keamanan termasuk tinggi.

–          Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.

–          Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.

–          Akses Kontrol terpusat.

–          Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.

–          Paling fleksibel.

 v KEKURANGAN TOPOLOGI STAR

–          Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.

–          Boros dalam pemakaian kabel.

–          HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.

–          Peran hub sangat sensitif sehinga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down.

–          Jaringan tergantung pada terminal pusat.

–          Jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan   jaringan lambat.

–          Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring.

  1. PERENCANAAN

v  HARDWARE :

  • ( 06 ) KOMPUTER :

Spesifikasi hardware Komputer Server untuk Billing System :

  • Prosesor Intel Dual Core (2.6 Ghz) TRAY
  • Mainboard ASUS/Gigabyte/ECS
  • Memory DDR2 V-gen 2 Gb
  • Harddisk 80 Gb Seagate/Maxtor/Samsung SATA
  • Keyboard + Mouse Simbadda
  • Casing ATX 450w + 2 FAN CPU
  • LCD Monitor LG/Samsung Wide Screen 17″
  • DVD-RW Samsung

Mikrotik OS :

  • Prosesor Intel Pentium 4 (2.4 Ghz) TRAY
  • Mainboard ASUS/Gigabyte/ECS
  • Memory DDR2 V-gen 1 Gb
  • Harddisk Seagate/Maxtor 40Gb Type IDE
  • Casing ATX 450W + 2 FAN CPU
  • Ethernet/LAN Card tambahan 1 buah
  • License Mikrotik OS Level 4
  • CPU

Intel Core 2 Duo E8400 3.00GHz LGA 775 Dual Core Processor

  • Spesifikasi:
  • Clock Speed: 3.00Ghz
    64 bit Support: Yes
    FSB: 1333MHz
    Hyper-Threading Support: No
    L2 Cache: 6M shared
    Manufacturing Tech: 45 nm
    Virtualization Technology Support: No
    Processors Type: Desktop
    Series: Core 2 Duo
  • MEMORY

Memory Ram DDR 3 

 
DDR 3 Nama memory : DDR 3 SDRAM 
Chip memori (IC) : 90 nanometer 
Tipe modul : DIMM (Dual In-Line Memory Module) 
Tipe memory : PC6400, PC8500, PC10600, PC12800, PC14400, PC16000 
Speed memory : 800 MHz, 1066 MHz, 1333 MHz, 1600 MHz, 1800 MHz, 2000 MHz 
Bus speed memory : 400 MHz, 533 MHz, 667 MHz, 800 MHz, 900 MHz, 1000 MHz Kapasitas memory : 1 GB, 2GB, 4 GB 
Jumlah pin : 240 buah (120-pin di setiap sisi) 
Voltase modul : 1.5v 
Jumlah notch : 1 Notch (kaki RAM) 
Posisi notch : Terletak sedikit ke arah sisi kiri

  • NIC

(Pengertian dan Fungsi NIC dalam Jaringan) – NIC adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan.

Cara Kerja NIC:

Misalnya, komputer A akan mengirimkan data ke komputer B, maka MAC Address akan melihat apakah komputer B sedang melakukan pengiriman atau penerimaan data dari komputer lain. Jika komputer B sedang menerima atau mengirim data dengan komputer lain, maka MAC address pada NIC komputer A akan menunggu komputer B yang sedang melakukan pengiriman data dengan komputer lain, agar tidak terjadi tabrakan data antara data dari komputer A dengan data yang dikirimkan komputer lain pada tujuan yang sama yaitu komputer B. Setelah komputer B tidak sedang melakukan pengiriman atau penerimaan data. Maka proses pengiriman data dari komputer A yang tadinya tertunda, akan dikirimkan kembali oleh NIC ke tujuannya.

Metode seperti diatas dinamakan CSMA/CD (Carrier Sence Multiple Access/ Collison Detection)

Berdasarkan metode perpindahan datanya, NIC menggunakan 2 metode, yaitu :

  1. Metode Half Duplex
    Yaitu metode perpindahan data dua arah yang memungkinkan mengirim atau menerima data secara bergantian, jika pengiriman dan penerimaan data dilakukan secara bersamaan maka belum tentu paket data akan diterima dengan baik oleh komputer secara keseluruhan.
  2. Metode Full Duplex
    Metode ini merupakan metode perpindahan data dua arah dimana NIC dapat melakukan pengiriman serta penerimaan data bersamaan, tetapi harus dengan melakukan pengaturan tertentu.

Fungsi:

  1. Mengirimkan paket data yang dikirim melalui jaringan komputer, sebelum melakukan pengiriman paket data dari komputer,  informasi yang akan dikirim ke komputer lain terlebih dahulu diubah ke dalam bentuk bit-bit biner agar dapat dikirimkan ke jaringan komputer melalui media kabel.
  2. Menerima paket data dari komputer lain, sama halnya seperti melakukan pengiriman paket data, pada saat komputer kita menerima sebuah data dari komputer lain, NIC menerjemahkan bit-bit biner data menjadi sebuah data yang utuh kembali, sehingga data tersebut dapat kita mengerti.
  • INSTALASI DRIVER :

Langkah 1

Kenakan perangkat anti-statis, karena dengan menggunakan ini dapat melindungi kartu grafis Anda dari segala hal yang berkaitan dengan listrik. Karena sekecil apapun kejutan listrik yang mengenai kartu grafis ini akan dapat merusak kartu VGA yang baru Anda beli.

Langkah 2

Matikan komputer Anda dan lepas semua daya yang terkoneksikan ke CPU.

Langkah 3

Lepas panel samping dari CPU dan jangan pernah menyentuh apapun di dalamnya kecuali memang benar-benar dibutuhkan.

Langkah 4

Baringkan CPU sementara sisi dari CPU tersebut dalam keadaan terbuka.

Langkah 5

Carilah PCI-Express atau slot AGP motherboard Anda. Periksa apakah slot penutup PCI-Express atau AGP Slot masih berada di belakang CPU. Dan pastikan bahwa slot ini memang benar-benar masih berada di belakang jika ini merupakan pengalaman Anda dalam memasang kartu VGA.

Langkah 6

Lepaskan pelat IO dengan cara melepasnya menggunakan obeng. Hati hati pada saat melepasnya jangan sampai mengenai komponen terhubung.

Langkah 7

Ambil kartu VGA Anda dan pegang dengan hati-hati jangan sampai Anda menjatuhkannya.

Langkah 8

Masukkan kartu VGA baik slot AGP atau PCI-Express. Pastikan bahwa kartu VGA terpasang pada slot kartu grafis. Jika Anda tidak memasangnya dengan benar maka akan menimbulkan masalah.

Langkah 9

Periksa manual dari kartu VGA Anda tentang bagaimana cara menempatkan kartu VGA secara aman, biasanya para pengguna hanya memasangnya dengan cara memasangnya dengan menggunakan obeng dan sekrup, namun biasanya hal ini menimbulkan kesalahan, karena setiap kartu VGA memiliki perlakuan yang berbeda beda sesuai dengan ketentuan dari pabrikannya.

Langkah 10

Setelah Anda selesai memasang kartu grafis Anda, maka langkah selanjutnya adalah memasang kembali tutup samping CPU Anda dan nyalakan tutup CPU Anda untuk melakukan pengetesan apakah VGA Anda sudah terpasang dengan benar.

Langkah 11

Pada saat Anda menyalakan komputer Anda setelah memasang kartu VGA, maka komputer Anda akan mendeteksi keberadaan perangkat baru yang baru saja diinstal. Jika Anda melakukan instalasi kartu VGA yang berbeda dengan kartu VGA yang sebelumnya, maka Anda membutuhkan driver dari kartu VGA Anda yang umumnya berbentuk CD untuk mengaktifkan penggunaan kartu VGA pada komputer Anda. Atau Anda bisa mengunduhnya langsung pada halaman dari penyedia kartu VGA yang Anda beli.

Langkah 12

Masukkan CD ke CD driver pada komputer Anda. CD instalasi ini biasanya memiliki wizard sendiri untuk dengan mudah dapat menginstal driver Anda tanpa perlu khawatir bagaimana melakukan pengaturan atau penyesuaian terhadap setupnya. Atau jika Anda mengunduh driver tersebut dari halaman penyedia kartu VGA Anda, maka Anda bisa menginstalnya dengan klik ganda pada installer driver Anda.

Langkah 13

Setelah kartu VGA Anda terpasang, maka Anda perlu untuk melihat buku petunjuk tentang kartu VGA Anda, biasanya kartu VGA yang Anda pasang datang dengan versi yang lama, maka Anda perlu melakukan update melalui internet agar Anda mendapatkan dukungan kartu VGA yang lebih baru.

  • CEK KEBERHASILAN :

Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik, utilitas ping dapat digunakan.53 Gambar 21. Utilitas Ping untuk Memeriksa Koneksi Jaringan Utilitas ping digunakan untuk mengecek apakah jaringan kita sudah bias berfungsi dan terhubung dengan baik, misalkan pada gambar diatas terlihat perintah ping LocalHost, jika kita melihat ada keluar pesan Replay form No IP ( 127.0.0.1 ) besarnya berapa bites dan waktunya berapa detik itu menandakan bahwa perintah untuk menghubungkan ke LocalHost dapat berjalan dan diterima dengan baik, namun seandainya jika kita melakukan ping untuk nomor IP yang tidak dikenal seperti gambar 20 diatas maka akan dikeluarkan pesan Request Time Out yang berarti nomor IP tidak dikenal dalam jaringan tersebut ( ping
192.168.0.90 ). Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut :
Misalkan anda telah men-setup 2 buah terminal dengan alamat IP 202.159.0.1 dan 202.159.0.2, anda dapat melakukan test ping di mode dos dengan mengetik “PING 202.159.0.2” dari terminal dengan IP address 202.159.0.1 dan anda akan mendapatkan respon seperti :54 Pinging 202.159.0.2 with 32 bytes of data:

Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32
Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32
Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32
Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32

Jika anda mendapatkan respon seperti diatas, maka koneksi jaringan sudah benar. Respon lain selain contoh diatas diartikan bahwa jaringan anda belum bekerja dengan benar. Kesalahan dapat saja terjadi di system pengkabelan, kartu jaringan, atau setup network.
Catatan : TTL adalah Time To Live, yaitu batasan waktu agar paket data tersebut tidak mengambang dijaringan

v  SOFTWARE :

·        Windows XP SP2

·        Bandwith Controller / Manager

·        Billing System, dll

·        Anti Virus

·        Firewall

·        Anti Spyware, Malware, Adware

Categories: Uncategorized | Tags: | Tinggalkan komentar

SISTEM PENGAPIAN SEPEDA MOTOR

FUNGSI SISTEM PENGAPIAN

Sistem pengapian berfungsi menghasilkan percikan bunga api pada busi pada saat yang tepat untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder. Seperti yang kita ketahui bahwa system pengapian konvensional menggunakan gerakan mekanik kontak platina untuk menghubung dan memutus arus primer, maka kontak platina mudah sekali aus dan memerlukan penyetelan/perbaikan dan penggantian setiap periode tertentu. Hal ini merupakan kelemahan mencolok dari sistem pengapian konvensional.
Dalam perkembangannya, ditemukan sistem pengapian elektronik sebagai penyempurna sistem pengapian. Salah satu sistem pengapian elektronik yang populer adalah sistem pengapian CDI (Capacitor Discharge Ignition). Sistem pengapian CDI merupakan system pengapian elektronik yang bekerja dengan memanfaatkan pengisian (charge) dan pengosongan (discharge) muatan kapasitor. Proses pengisian dan pengosongan muatan kapasitor dioperasikan oleh saklar elektronik seperti halnya kontak platina (pada sistem pengapian konvensional).
Sebagai pengganti kontak platina, pada sistem pengapian elektronik digunakan SCR/Silicon Controlled Rectifier (yang disebut Thyristor switch). SCR bekerja berdasarkan sinyal-sinyal listrik, sehingga pada sistem pengapian elektronik didapatkan beberapa keuntungan yaitu :
1)      Keuntungan Mekanik :
a)      Tidak terdapat gerakan mekanik/gesekan antar komponen pada SCR, sehingga tidak terjadi keausan komponen.
b)      Tidak memerlukan perawatan/penyetelan dalam jangka waktu yang pendek seperti pada sistem pengapian konvensional.
c)      Kerja sistem pengapian elektronik stabil (karena tidak ada keausan komponen) sehingga bahan bakar relatif ekonomis karena pembakaran lebih sempurna.
d)     Tidak sensitif terhadap air karena komponen sistem pengapian dapat dikemas kedap air.
2)      Keuntungan Elektrik
a)      Tegangan pengapian cukup besar dan konstan, sehingga pembakaran lebih sempurna dan kendaraan mudah dihidupkan.
b)      Busi menjadi lebih awet karena pembakaran lebih sempurna.
Adapun kekurangan sistem pengapian elektronik adalah :
1)      Apabila terjadi kerusakan terhadap salah satu komponen di dalam unit CDI, berakibat seluruh rangkaian CDI tidak dapat bekerja dan harus diganti satu unit.
2)   Biaya/harga penggantian unit CDI relatif lebih mahal.
 
Sistem Pengapian Elektronik (CDI) dibagi 2 :
1)      Sistem Pengapian Magnet Elektronik (AC-CDI)
Sumber tegangan didapat dari alternator, sehingga arus yang digunakan merupakan arus bolak-balik (AC)
2)      Sistem Pengapian Baterai Elektronik (DC-CDI)
Sumber tegangan diperoleh dari tegangan baterai (yang disuplay oleh sistem pengisian), sehingga arus yang digunakan merupakan arus searah (DC)
 
1)    Sistem Pengapian Magnet Elektronik (AC-CDI)
Komponen Sistem Pengapian AC-CDI
a)      Sumber Tegangan, berfungsi sebagai penyedia tegangan yang diperlukan oleh sistem pengapian. Sumber tegangan system pengapian magnet elektronik AC merupakan sumber tegangan AC (Alternating Current), berupa Alternator (Kumparan Pembangkit/stator dan Magnet/rotor). Alternator berfungsi untuk mengubah energi mekanis yang didapatkan dari putaran mesin menjadi tenaga listrik arus bolak-balik (AC). Pada sepeda motor, rotor juga berfungsi sebagai fly wheel.
 
b)      Kunci Kontak (Ignition Switch), berfungsi sebagai saklar utama untuk menghubung dan memutus (On-Off) rangkaian pengapian (dan rangkaian kelistrikan lainnya) pada sepeda motor. Kunci kontak untuk pengapian AC merupakan tipe pengendali massa.
1)      Pada posisi OFF dan LOCK, kunci kontak membelokkan tegangan dari sumber tegangan (alternator) yang dibutuhkan oleh sistem pengapian ke massa melalui terminal IG dan E kunci kontak, sehingga sistem pengapian tidak dapat bekerja. Di sisi lain, pada posisi OFF dan LOCK kunci kontak juga memutuskan hubungan tegangan (+) baterai (terminal BAT dan BAT 1) sehingga seluruh system kelistrikan tidak dapat dioperasikan.
2)      Pada posisi ON, kunci kontak memutuskan hubungan terminal IG dan E, sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator diteruskan ke sistem pengapian. Sistem pengapian dapat dioperasikan, disamping itu hubungan terminal BAT dan BAT 1 terhubung sehingga seluruh system kelistrikan dapat dioperasikan.
 
c)      Koil pengapian (Ignition Coil), berfungsi untuk menaikkan tegangan yang diterima dari sumber tegangan (alternator) menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian. Dalam koil pengapian terdapat kumparan primer dan kumparan sekunder yang dililitkan pada tumpukan-tumpukan plat besi tipis. Diameter kawat pada kumparan primer 0,6 – 0,9 mm, dengan jumlah lilitan 200 – 400 kali, sedangkan diameter kawat pada kumparan sekunder 0,05 – 0,08 mm dengan jumlah lilitan sebanyak 2000 – 15.000 kali. Karena perbedaan jumlah gulungan pada kumparan primer dan sekunder tersebut, dengan cara mengalirkan arus listrik secara terputus-putus pada kumparan primer (sehingga pada kumparan primer timbul/hilang kemagnetan secara tiba-tiba), maka kumparan sekunder akan terinduksi sehingga timbul induksi tegangan tinggi sebesar 20.000 volt.
 
 
Prinsip kerja AC-CDI adalah sebagai berikut :
Rectifier bekerja menyearahkan arus AC yang dihasilkan oleh sumber tegangan (alternator) maupun oleh signal generator (pick up coil).
Kapasitor (capacitor) menyimpan energi hasil induksi dari kumparan stator alternator dimana terdapat magnet permanen yang berputar (rotor alternator) di dekat kumparan stator.
Thyristor switch merupakan saklar elektronik yang akan mengosongkan kapasitor yang sudah bermuatan tersebut, sinyal trigger didapatkan dari arus yang dihasilkan oleh pick up coil yang mengalir melalui kaki Gate (G). Akibatnya Thyristor aktif dan menghubungkan kedua terminal kapasitor melalui terhubungnya terminal Anoda (A) dan Katoda (K) pada Thyristor.
Kapasitor akan melepaskan muatannya secara cepat (discharge) melalui kumparan primer koil pengapian (Ignition Coil) untuk menghasilkan induksi pada kumparan primer maupun induksi tegangan tinggi pada kumparan sekunder koil pengapian.
*) Thyristor switch merupakan saklar elektronik yang bekerja lebih cepat daripada kontak platina (saklar mekanik) dan kapasitor mendischarge sangat cepat. Karena itu, tegangan tinggi yang dihasilkan semakin besar karena kumparan sekunder koil pengapian terinduksi dengan cepat, sehingga pijaran api yang dihasilkan pada busi menjadi lebih kuat.
 
e)      Kumparan Pembangkit Pulsa (Signal generator/Pick up coil), bekerja bersama reluctor sehingga menghasilkan sinyal trigger (pemicu) yang dimanfaatkan oleh Thyristor untuk mendischarge seluruh muatan kapasitor. Pick up coil terdiri dari suatu lilitan kecil yang akan menghasilkan arus listrik AC apabila dilewati oleh perubahan garis gaya magnit yang dilakukan oleh reluctor yang terpasang pada rotor alternator. Prinsip kerja pick up coil dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
 
 
f)       Busi (Spark Plug), mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi loncatan bunga api melalui elektrodanya. Loncatan bunga api terjadi disebabkan adanya perbedaan tegangan diantara kedua kutup elektroda busi (} 20.000 volt).
 
 
Proses Kerja Sistem Pengapian AC-CDI
a)    Saat Kunci Kontak (Ig. Switch) OFF
Kunci kontak dalam posisi terhubung dengan massa. Arus listrik yang dihasilkan sumber tegangan (Alternator) dibelokkan ke massa melalui kunci kontak, tidak ada arus yang mengalir ke unit CDI sehingga sistem pengapian tidak bekerja dan motor tidak dapat dihidupkan.
b)   Saat Kunci Kontak ON
Hubungan ke massa melalui kunci kontak terputus sehingga arus listrik yang dihasilkan alternator akan mengalir masuk ke sistem pengapian.
Ketika rotor alternator (magnet) berputar, kumparan stator menghasilkan arus listrik Þ disearahkan dioda Þ mengisi kapasitor sehingga muatan kapasitor penuh.
Pada saat yang ditentukan (saat pengapian), arus sinyal dihasilkan oleh signal generator (pick up coil). Arus sinyal pick up coil Þ Gate (G) Thyristor switch dan mengaktifkan Thyristor. Thyristor aktif (kaki Anoda ke Katoda terhubung) dan arus listrik dapat mengalir dari kaki Anoda (A) Þ Katoda (K). Hal ini akan menyebabkan kapasitor terdischarge (dikosongkan muatannya) dengan cepat Þ melalui kumparan primer koil pengapian Þ massa koil pengapian. Pada kumparan primer koil pengapian dihasilkan tegangan induksi sendiri sebesar 200 – 300 V.
Akhirnya pada kumparan sekunder koil pengapian akan timbul induksi tegangan tinggi sebesar ± 20 KVolt Þ disalurkan melalui kabel busi ke busi untuk diubah menjadi pijaran api listrik.
 
2)    Sistem Pengapian Baterai Elektronik (DC-CDI)
Komponen Sistem Pengapian DC-CDI
a)      Sumber tegangan DC (Direct Current), berupa Baterai yang didukung oleh sistem pengisian (Kumparan Pengisian, Magnet dan Rectifier/Regulator), berfungsi sebagai penyedia tegangan DC yang diperlukan oleh sistem pengapian.
 
 
b)      Kunci kontak untuk pengapian DC (pengendali positif).
1)      Pada posisi ON, kunci kontak menghubungkan tegangan (+) baterai ke seluruh sistem kelistrikan (termasuk system pengapian) untuk mengoperasikan seluruh sistem kelistrikan yang ada.
2)      Pada posisi OFF dan LOCK, kunci kontak memutuskan hubungan kelistrikan dari sumber tegangan (terminal (+) baterai) yang dibutuhkan oleh seluruh sistem kelistrikan, sehingga seluruh sistem kelistrikan tidak dapat dioperasikan.
 
 
c)      Koil pengapian (Ignition Coil), berfungsi untuk menaikkan tegangan yang diterima dari sumber tegangan (alternator) menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian. Dalam koil pengapian terdapat kumparan primer dan kumparan sekunder yang dililitkan pada tumpukan-tumpukan plat besi tipis. Diameter kawat pada kumparan primer 0,6 – 0,9 mm, dengan jumlah lilitan 200 – 400 kali, sedangkan diameter kawat pada kumparan sekunder 0,05 – 0,08 mm dengan jumlah lilitan sebanyak 2000 – 15.000 kali.
Karena perbedaan jumlah gulungan pada kumparan primer dan sekunder tersebut, dengan cara mengalirkan arus listrik secara terputus-putus pada kumparan primer (sehingga pada kumparan primer timbul/hilang kemagnetan secara tiba-tiba), maka kumparan sekunder akan terinduksi sehingga timbul induksi tegangan tinggi sebesar } 20.000 volt.
 
 
d)     Unit DC-CDI, merupakan serangkaian komponen elektronik yang berfungsi sebagai saklar rangkaian primer pengapian, menghubungkan dan memutuskan arus listrik yang dimanfaatkan untuk melakukan pengisian (charge) dan pengosongan (discharge) muatan kapasitor, kemudian dialirkan melalui kumparan primer koil pengapian untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan cara induksi elektromagnet.
 
Prinsip kerja DC-CDI adalah sebagai berikut :
DC-DC Conventer merupakan serangkaian komponen elektronik yang menaikkan tegangan sumber (baterai) dan menyearahkannya lagi untuk dialirkan ke kapasitor. Kapasitor (capacitor) menyimpan energi hasil induksi dari DCDC Conventer sampai kapasitas muatannya penuh.
Thyristor switch merupakan saklar elektronik yang akan mengosongkan kapasitor yang sudah bermuatan tersebut, sinyal trigger didapatkan dari arus yang dihasilkan oleh pick up coil yang terlebih dahulu diperkuat di dalam rangkaian penguat sinyal (amplifier), dialirkan ke kaki Gate (G). AkibatnyaThyristor aktif dan menghubungkan kedua terminal kapasitor melalui terhubungnya terminal Anoda (A) dan Katoda (K) pada Thyristor.
Kapasitor akan melepaskan muatannya secara cepat (discharge) melalui kumparan primer koil pengapian (Ignition Coil) untuk menghasilkan induksi pada kumparan primer maupun induksi tegangan tinggi pada kumparan sekunder koil pengapian.
*) Thyristor switch merupakan saklar elektronik yang bekerja lebih cepat daripada kontak platina (saklar mekanik) dan kapasitor mendischarge sangat cepat. Karena itu, tegangan tinggi yang dihasilkan semakin besar karena kumparan sekunder koil pengapian terinduksi dengan cepat, sehingga pijaran api yang dihasilkan pada busi menjadi lebih kuat.
e)      Kumparan Pembangkit Pulsa (Signal generator/Pick up coil), bekerja bersama reluctor sehingga menghasilkan sinyal trigger (pemicu) yang dimanfaatkan oleh Thyristor untuk mendischarge seluruh muatan kapasitor. Pick up coil terdiri dari suatu lilitan kecil yang akan menghasilkan arus listrik AC apabila dilewati oleh perubahan garis gaya magnit yang dilakukan oleh reluctor yang terpasang pada rotor alternator. Prinsip kerja pick up coil dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
 
f)       Busi (Spark Plug), mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi loncatan bunga api melalui elektrodanya. Loncatan bunga api terjadi disebabkan adanya perbedaan tegangan diantara kedua kutup elektroda busi (} 20.000 volt).
 
Proses Kerja Sistem Pengapian Baterai Elektronik (DC-CDI)
1)   Saat Kunci Kontak OFF
Hubungan sumber tegangan dengan rangkaian sistem pengapian terputus, tidak ada arus yang mengalir sehingga motor tidak dapat dihidupkan.
2)   Saat Kunci Kontak ON
Kunci kontak menghubungkan sumber tegangan ((+) baterai) dengan rangkaian sistem pengapian, sehingga arus listrik dari baterai dapat disalurkan ke unit CDI (DC-DC Conventer).
Ketika rotor alternator (magnet) berputar, reluctor ikut berputar. Pada saat reluctor mulai mencapai lilitan pick up coil, lilitan pick up coil akan menghasilkan sinyal listrik yang dimanfaatkan untuk mengaktifkan Switch Transistor (Tr) pada DC-DC Conventer.
Kumparan primer dan sekunder (Kump.) pada DC-DC Conventer akan bekerja secara induksi menaikkan tegangan sumber Þ disearahkan lagi oleh dioda (D) Þ mengisi kapasitor (C) sehingga muatan kapasitor penuh.
*) Sinyal yang dihasilkan lilitan pick up coil tersebut belum mampu membuka gerbang (Gate) Thyristor switch (SCR) sehingga SCR belum bekerja.
Pada saat yang hampir bersamaan (saat pengapian), arus sinyal yang dihasilkan oleh signal generator (pick up coil) mampu membuka gerbang SCR sehingga SCR menjadi aktif dan membuka hubungan arus listrik dari kaki Anoda (A) ÞKatoda (K).
Hal ini akan menyebabkan kapasitor terdischarge (dikosongkan muatannya) dengan cepat Þ melalui kumparan primer koil pengapian Þ massa koil pengapian. Pada kumparan primer koil pengapian dihasilkan tegangan induksi sendiri sebesar 200 – 300 V.
Akhirnya pada kumparan sekunder koil pengapian akan timbul induksi tegangan tinggi sebesar ± 20 KVolt Þ disalurkan melalui kabel busi ke busi untuk diubah menjadi pijaran api listrik. 
 
Jika anda ingin melihat selengkapnya bisa klik disini Download untuk mendapatkan filenya. semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya!!! 
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

SISTEM PENGISIAN SEPEDA MOTOR

SISTEM PENGISIAN & PENERANGAN SEPEDA MOTOR

Sistem pengisian dan penerangan dalam sepeda motor merupakan sistem kelistrikan yang saling berkaitan. Skema (diagram kelistrikan) sistem pengisian dan penerangan sepeda motor dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
 
Sistem Pengisian
Sistem pengisian berfungsi sebagai pendukung fungsi baterai. Fungsi baterai pada sepeda motor adalah untuk mensuplai kebutuhan listrik pada komponen komponen sistem kelistrikan seperti motor starter, lampu-lampu dan sistem kelistrikan lainnya. Satu hal yang perlu diingat adalah kapasitas baterai yang sangat terbatas, sehingga tidak akan dapat mensuplai kebutuhan tenaga listrik secara terus-menerus.
Baterai harus selalu terisi penuh agar dapat mensuplai kebutuhan listrik setiap waktu yang diperlukan oleh sistem kelistrikan pada sepeda motor tersebut. Untuk itu pada sepeda motor diperlukan sistem pengisian yang memproduksi tenaga listrik untuk mengisi kembali baterai sekaligus mendukung kinerja baterai mensuplai kebutuhan listrik ke sistem yang membutuhkannya pada saat sepeda motor dihidupkan.
 
Komponen Sistem Pengisian Sepeda Motor
1)      Sumber Tegangan, berfungsi sebagai penyedia tegangan yang digunakan untuk mengisi baterai dan mensuplai kebutuhan sistemsistem kelistrikan. Sumber tegangan yang digunakan pada system pengisian sepeda motor merupakan sumber tegangan AC (Alternating Current), yang sering disebut AlternatorAlternator terdiri atas Kumparan Pembangkit (Kumparan Stator) dan Magnet permanen (Rotor), berfungsi untuk mengubah energi mekanis yang didapatkan dari putaran mesin menjadi tenaga listrik arus bolakbalik (AC).
2)      Baterai, merupakan penyimpan tenaga listrik yang dihasilkan oleh sistem pengisian, energi listrik diubah kedalam bentuk energi kimia. Baterai juga berfungsi sebagai penyedia tenaga listrik sementara (dalam bentuk tegangan DC) yang diperlukan oleh sistem-sistem kelistrikan sepeda motor, dengan didukung oleh sistem pengisian.
Konstruksi sel baterai dari bak/case, plat positif, plat negatif dan elektrolit baterai. Setiap sel baterai menghasilkan beda tegangan 2 volt. Karena pada umumnya sistem kelistrikan sepeda motor menggunakan referensi tegangan 12 volt, maka sebuah baterai 12 volt didapatkan dengan menggabungkan 6 sel baterai yang
dirangkai secara seri.
Kapasitas baterai merupakan kemampuan baterai menyimpan sejumlah muatan listrik, dinyatakan dalam satuan amper hour (AH). Di dalam baterai saat terjadi pengosongan maupun pengisian terjadi reaksi kimia antara plat positif, elektrolit dan plat negatif. Reaksi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
Dari reaksi di atas terdapat perubahan muatan pada plat (+), elektrolit maupun plat (-). Elektrolit baterai yang penuh (2H2SO4) berat jenisnya (b.j) lebih besar dibanding saat kosong (2H2O), sehingga kita dapat memeriksa kapasitas listrik dalam baterai dengan pendekatan berat jenis elektrolitnya. Hydrometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur berat jenis elektrolit baterai. Besar b.j elektrolit baterai dipengaruhi oleh perubahan temperatur, yang akan berubah sebesar 0,007 setiap perubahan 1oC. Spesifikasi b.j elektrolit normal adalah pada 20oC, maka apabila pengukuran dilakukan tidak pada temperatur normal perlu dilakukan konversi menggunakan rumus di bawah ini.
Pada saat kita akan mengisi baterai menggunakan battery charger besar arus dan lamanya waktu pengisian tergantung dari kapasitas baterai dan prosentase pengosongan baterai yang didapatkan dari hasil pengukuran b.j elektrolit. Grafik hubungan antara b.j elektrolit dan besar prosentase pengosongan baterai tertera di bawah ini.
Besar arus untuk pengisian normal maksimal 10% dari kapasitas baterai, sedangkan untuk pengisian cepat besarnya arus pengisian maksimal 50% dari kapasitas baterai. Lama waktu pengisian dapat dirumuskan sebagai berikut 
3)  Rectifier, merupakan serangkaian komponen elektronik, fungsi utama rectifier adalah sebagai penyearah arus bolak-balik yang dihasilkan alternator menjadi arus searah. Pada sistem pengisian sepeda motor, rectifier juga berfungsi sebagai pengatur/pembatas (regulator) arus dan tegangan pengisian yang masuk ke baterai maupun ke lampu-lampu pada saat tegangan baterai sudah penuh maupun pada putaran tinggi. Terdapat berbagai jenis rectifier yang digunakan pada system pengisian sepeda motor, diantaranya : a) silikon rectifier, b) silicon regulator rectifier, c) selenium rectifier, dan d) regulator rectifier.
 
Regulator rectifier tipe 4 terminal merupakan jenis rectifier yang belakangan ini populer digunakan pada sistem pengisian & penerangan sepeda motor.
4)    Sekering (10 A)sebagai pengaman rangkaian sistem pengisian terhadap kemungkinan adanya hubungan singkat.
 
Sistem Penerangan
Sistem penerangan berfungsi sebagai penerangan utama sepeda motor pada saat beroperasi pada keadaan jalan yang gelap (terutama pada malam hari).
 
Sistem Penerangan Sepeda Motor dibagi 2 :
1)      Sistem Penerangan Tipe AC
Sumber tegangan didapat dari alternator, sehingga arus yang digunakan merupakan arus bolak-balik (AC). Sistem penerangan tipe AC banyak digunakan pada kendaraan tipe Cub. Sistem penerangan tipe AC mempunyai kelemahan dimana untuk mengoperasikan lampu harus menyalakan motor terlebih dahulu, disamping itu nyala lampu tidak stabil, sangat tergantung kepada naik-turunnya putaran motor (rpm).
2)      Sistem Penerangan Tipe DC
Sumber tegangan diperoleh dari tegangan baterai (yang disuplay oleh sistem pengisian), sehingga arus yang digunakan merupakan arus searah (DC).
Keuntungan sistem penerangan tipe DC :
a)      Lampu penerangan dapat dioperasikan walaupun motor dalam kondisi dimatikan
b)      Nyala lampu terang dan stabil, tidak tergantung kepada putaran motor (rpm)
 
Jika anda ingin melihat selengkapnya bisa klik disini Download untuk mendapatkan
filenya. semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya!!!
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

LATIHAN POSTING

ini latihan membuat posting….

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

LAPORAN PRAKTIKKUM KKPI

LAPORAN PRAKTIKKUM KKPI

MERENCANAKAN JARINGAN DENGAN TOPOLOGI BUS ( 10 )

 

 

 

 

 

 

Di Susun Oleh :

AHM. AMIROL .G

AHMAD AMIN .RIFA’I

ADI BUDI RAHMAN

AINUR RAHMAN

ALI JUNAIDI

KELAS : XII_TKR 1

 

 

 

 

 

 

UPT. SMK NEGERI 1 KALIANGET

TAHUN DIKLAT 2013 – 2014

 

 

Latar Belakang

Teknologi dan komunikasi dewasa ini telah berkembang dengan cepat dan selaras dengan perkembangan karakteristik masyarakat modern yang memiliki mobilitas tinggi, mencari layanan yang fleksibel, serba mudah, dan mengejar efisiensi di segala bidang, sehingga kebutuhan akan informasi dan komunikasi pun meningkat.
Untuk mendukung kinerja sebuah perusahaan dan kebutuhan akan penggunaan alat-alat kantor seperti printer dan ploter secara bersama maka sangat dibutuhkan suatu konektifitas jaringan yang menghubungkan terminal-terminal antar komputer satu dengan yang lain dengan komunikasi se-efisien mungkin. Jaringan tersebut dikenal dengan Local Area Network (LAN) yang biasa memakai kabel atau fiber optik sebagai media transmisinya.

 

Tujuan

Tujuan dari perancangan dan pembuatan jaringan di PT Tri Buana:
1.   Pengolahan data serta pengamanan data untuk mengakses data yang lebih berkualitas.
2.   Membantu dalam mempersiapkan semua unit komputer baik secara software maupun hardware serta dapat terhubung dengan jaringan komputer local area network (LAN).
3.   Mempercepat proses pencarian (Search) dan berbagi data (Sharing).
4.   Meningkatkan kinerja dalam segala kegiatan yang dilakukan di perusahaan tersebut.
5.   Mempermudah komunikasi dalam perusahaan.

Bertujuan agar siswa dapat merancang dan mengetahui topologi Bus yang merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial dengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup serta sepanjang kabel terdapat node-node.

  1. ALAT DAN BAHAN

Topologi bus

Bahan bahan:

1.       Cable (coaxial)

Coaxial dibagi menjadi 2 yaitu:

a.       Thin coaxial / thin net

Cable ini memiliki kecepatan maksimum 10mbps, jarak maksimum 200 meter

b.      Thick coaxial /thick net

Cable ini memiliki jarak 500 m,eter maksimum, dan kecepatannya sama dengan tnin coaxial yaitu 10mbps

Dari keduanya masing masing memiliki attention(pengurangan kekuatan singal) sebesar -10%  atau -20%.

2.       Terminator

3.       BNC/T conektor

4.       Workstation (host)

            Alat – alat :

* Komputer yang akan digunakan sebagai Server

* Beberapa komputer untuk workstation

* NIC (Network Interface Card)

* Wireless LAN

* HUB atau Swicth yang mendukung F/O

* Swicth Wireless

* Kabel UTP

* Kabel Telepon

* Conector RJ45 dan RJ11

* VDSL Converter

* UPS jika diperlukan

 

 

  1. PERENCANAAN

 

v  PENGERTIAN TOPOLOGI BUS

Topologi jaringan adalah sebuah pola interkoneksi dari beberapa terminal komputer. Topologi jaringan merupakan representasi geometri dari hubungan antar perangkat (terminal komputer, repeaters, bridges) satu dengan lainnya (Green, 1985:22).

Topologi jaringan sendiri terbagi menjadi dua yaitu:

  1. Physical. Merupakan gambaran fisik dari hubungan antara perangkat (komputer, server, hub, switch, dan kabel jaringan) yang membentuk suatu pola khusus 
  2. Logical. Merupakan gambaran bagaimana suatu perangkat dapatberkomunikasi dengan perangkat lainnya.

TOPOLOGI BUS

Topologi bus merupakan topologi dimana semua perangakat keras terhubung melalui kabel tunggal yang kedua ujungnya tidak tertutup dan masing-masing ujungnya menggunakan sebuah perangkat terminator. Jika alamat perangkat sesuai dengan alamat pada informasi yang dikirim, maka informasi akan diterima dan diproses. Jika tidak, maka informasi akan diabaikan.

 

 

 

Topologi Bus

Keuntungan topologi bus adalah :

 

  1. Jarak LAN tidak terbatas
  2. Kecepatan pengiriman tinggi.
  3. Tidak diperlukan pengendali pusat.
  4. Jumlah perangkat yang terhubung dapat dirubah tanpa mengganggu yang lain.
  5. Kemampuan pengembangan tinggi.
  6. Keterandalan jaringan tinggi.
  7. Kondusif untuk jaringan gedung bertingkat.

Kerugian topologi bus adalah :

 

  1. Jika tingkat traffic tinggi dapat menyebabkan kemacetan.
  2. Diperlukan repeater untuk memperkuat sinyal.
  3. Operasional jaringan LAN tergantung tiap perangkat.

v  HARDWARE :

Spesifikasi Server :

1 buah PC IBM System X3100M4-B2A dengan spesifikasi :

•    Platform : Single CPU Tower Server

•    Processor Type : Intel Xeon Processor

•    1 Processor Onboard    : Intel® Xeon® Processor E3-1220V2 4C (Quad Core), 8M Cache, 3.10 GHz

•    Standard Memory : 4GB (1x 4GB) PC3-10600 1333Mhz ECC DDR3 SDRAM

•    Video Type : VGA SVGA 8MB SDRAM integrated in BMC on systemboard

•    1 Controller : ServeRAID-C100 : RAID-0, -1, -10, -5, -6

•    1 Hard Drive    : Optional

•    1 Optical Drive : DVD-ROM

•    Standard Bays : 3.5″ simple swap 4 Serial ATA (SATA) or 2.5″ hot-swap 8 SAS/SATA

•    Interface Provided :  6x USB, 1x Video

•    Slot Provided     :  4 PCIe slots (x16, x8, x4, x1)

•    Networking : Integrated Two Gigabit Ethernet (10/100/1000 Mbps) ports

•    Chassis Form Factor : Tower Chassis

•    Power Supply Type : 350w

•    Keyboard Type : Optional

•    Input Device Type : Optional

•    Monitor : Optional

•    System Management :  IMM2 with optional upgrade key to Remote presence

•    O/S Provided : Pre-sales Request Available

•    Validated System : supported Microsoft® Windows® Server 2008 R2, RedHat Enterprise Linux®, SUSE Linux Enterprise Server

•    Dimensions (W x H x D) : 8.5 x 17.25 x 21.25 inches

•    Weight    33 to 40 pounds (15 to 18kg)

•    Standard Warranty : 3-Years Warranty by IBM Indonesia (3-Years Next Bussiness Day Parts Replacement, 3-Years Labor, 3-Years Onsite Support) Perangkat PC :

•    Harga : Rp.12.000.000

 

    Spesifikasi Client :

85 buah PC Client dengan spesifikasi :

•    Prosesor Intel P4 (2.4 Ghz) TRAY

•    Mainboard ASUS/Gigabyte/ECS

•    Memory DDR2 V-gen 1 Gb

•    Harddisk 80 Gb Seagate/Maxtor/Samsung SATA/IDE

•    Keyboard + Mouse Advance

•    Casing ATX E-Case

•    LCD Monitor LG Wide Screen 17″

 

v   SOFWARE :

1.    Sistem Operasi Linux (Ubuntu)

2.    Driver

3.    Protokol Jaringan

 

 

1) NIC (Network Interface Card)

 

Yang saya maksud NIC dalam buku ini adalah kartu jaringan atau LAN Card berupa papan elektronik yang nantinya ditanam atau dipasang di setiap komputer yang akan dihubungkan ke suatu jaringan. Jaringan ini tidak terbatas pada LAN (Local Area Network) saja bisa juga Workgroup.

Sesuai perkembangan teknologi khususnya jaringan, saat ini banyak jenis dan merk kartu jaringan. Namun demikian ada tiga hal pokok yang perlu diketahui dari kartu jaringan atau NIC ini, yaitu tipe kartu, jenis protokol, tipe kabel yang didukungnya.

1.1.1.      Tipe NIC

Sesuai perkembangan komputer PC dan mainboardnya, maka tipe slot atau expansion slot juga bermacam-macam, mulai ISA, PCI dan AGP. Namun untuk kartu jaringan ini saya hanya menjelaskan 2 tipe saja, yaitu PCI dan ISA.

Pada saat membeli komputer khususnya komputer rakitan, tidak semua slot terisi. Slot yang kosong ini dapat digunakan untuk memasang beberapa kartu tambahan, seperti kartu suara, modem internal, dan kartu jaringan.

Untuk membedakan slot ISA dan PCI mudah saja. Jika casing komputer dibuka, di bagian belakang ada beberapa deretan slot. Slot yang berwarna hitam umumnya ISA, slot yang berwarna putih adalah slot PCI, dan slot yang berwarna coklat umumnya slot AGP.

 

1.1.2. Jenis Protokol NIC

Saat ini dikenal beberapa protokol untuk sebuah kartu jaringan, di antaranya Ethernet dan Fast Ethernet, Token Ring, FDDI, dan ATM. Namun dalam buku ini dibatasi hanya menjelaskan dua protokol saja, yaitu Ethernet dan Fast Ethernet.

Jenis Ethernet masih banyak digunakan walaupun kecepatan transfer data yang didukungnya hanya sampai 10Mbps saja. Saat ini perusahaan, instansi pemerintah dan juga Warnet-warnet sudah mulai menggunakan jenis Fast Ethernet. Karena selain sudah mendukung kecepatan transfer data sampai 100Mbps, harganya pun tidak jauh berbeda.

Selain itu ada juga kartu jaringan jenis combo. Jenis ini mendukung Ethernet maupun Fast Ethernet. Kartu combo bisa mendeteksi sendiri berapa kecepatan yang sedang digunakan pada jaringan. Begitu juga dari sudut pengkabelan jenis combo ini mendukung kabel jenis Coaxial dan UTP.

 

2) Pemasangan Kabel pada Konektor

            Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC 
Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi down. Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak putus ditengah juga harus dilakukan karena ini juga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas. Pengecekan dapat dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau putus tidak. Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC. Setelah selesai penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi apakah ada short atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter.

3) Pemasangan Konektor pada sistem Jaringan

  • Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus 
    Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus yang menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.

4) Seting konfigurasi (penginstalan driver kartu jaringan, pemilihan Protocol,Pengisian IP Address, subnet mask dan workgroup.

Apabila secara hardware semua telah terpasang dengan baik maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi secara software yang dapat dilakukan dengan cara:

a)    Penginstallan Driver Kartu Jaringan (LAN Card) 

Penginstalan driver dilakukan apabila kartu jaringan belum terdeteksi dikarenakan tidak suport Plug and Play (PnP). Hal ini disebabkan karena driver dari sistem operasi (98/Me) yang digunakan tidak ada sehingga memerlukan driver bawaan dari kartu jaringan tersebut. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara: 
Klik start pada windows 98/me >> setting >> Control Panel

b)    Pemilihan Protocol 

Biasanya setelah melakukan instalasi kartu jaringan (LAN Card) dengan baik secara otomatis akan memasukkan protocol TCP/IP dikotak dialog tersebut namun apabila belum maka dapat dilakukan cara-cara berikut:

c)     Pengisian IP Address dan Subnetmask 

IP Address merupakan alamat komputer yang unik dalam sistem jaringan. Karena dalam sistem jarigan yang dituju adalah IP Address sehingga jika terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer cross penggunaan alamat yang sama.

Kelas Alamat IP Address

IP Address dikelompokkan menjadi lima kelas; Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D, dan Kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya. IP Kelas A dipakai oleh sedikijaringan, tetapi jaringan ini memiliki jumlah host yang banyKelas C dipakai untuk banyak jaringan, tetapi jumlah host sedikit, Kelas D dan E tidak banyak digunakan. Setiap alamat IP terdiri dari dua field, yaitu:

  • Field NetId; alamat jaringan logika dari subnet dimana komputer dihubungkan
  • Field HostId; alamat device logical secara khusus digunakan untuk mengenali masing-masing host pada subnet.

d)    Pemilihan Workgroup 

Pemilihan workgroup untuk menentukan kelompok mana yang kita hubungai. Workgroup dapat juga disebut nama Jaringan yang ada jadi untuk masuk sistem harus menuju ke nama jaringan yang dituju apabila tidak maka juga tidak masuk dalam sistem jaringan tersebut.

 

Memeriksa, Menguji & Pembuatan Laporan Hasil Pemeriksaan dan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC

Tindakan yang dilakukan setelah konfigurasi sistem selesai dapat dilakukan tindakan akhir yakni:

1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan

2) Pengujian konektifitas jaringan

3) Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah 
dilakukan

Dengan tindakan-tindakan tersebut diatas diharapkan perbaikan konektifitas dapat teruji dan handal sehingga tidak menggangu jaringan yang telah ada. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat dilakukan dengan cara:

A. Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni:

a) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah telah terpasang dengan baik atau tidak

b) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open,

c) Pemasangan konektor tidak longgar

d) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan.

Apabila semua telah terpasang dengan baik dan benar maka langkah selanjutnya adalah pengujian konektifitas jaringan.

B. Pengujian konektifitas jaringan

Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk dalam sistem jaringan yang dituju.Dalam menu network tersebut kita gunakan Fine Computer dimana kita akan melakukan pencarian berdasarkan nama komputer yang ada dalam jaringan saat penentuan identification pada saat penentuan workgroup.

Pada dialog find computer kita mencari berdasarkan nama komputer yang dicari. Hasil pencarian akan ditampilkan berupa daftar komputer yang telah sesuai dengan nama yang kita masukkan.Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat pula dilakukan dengan cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai saat pengaksesan tersebut.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan informasi secara lengkap.Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP. Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL (IP Configuration)

IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut saja. Dari gambar tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor IP Addres adalah 10.1.1.7 dan Subnet Masknya adalah 255.255.255.0 Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan mengetikkan pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE.

Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh informasi bahwa :

a) Host Name (Nama Komputer) adalah Komp_7

b) Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek 
RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter.

c) Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73

d) IP Addres adalah 10.1.1.7

e) Subnet Masknya adalah 255.255.255.0

Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi dengan nomor IP address yang kita hubungi.

Perintah ping untuk IP Address 10.1.1.1, jika kita lihat ada respon pesan Replay from No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut memberikan balasan atas perintah ping yang kita berikan. Diperoleh Informasi berapa kapasitas pengiriman dengan waktu berapa lama memberikan tanda bahwa perintah untuk menghubungkan ke IP Address telah berjalan dengan baik.

 

v  Kabel untuk jaringan

 

Saat ini ada beberapa tipe dan jenis kabel yang digunakan untuk suatu jaringan. Kabel UTP (unshielded twisted pair), coaxial, dan fiber optik adalah yang populer dan banyak digunakan.

 

Kabel yang paling umum dan mudah pemasangannya adalah kabel jenis Coaxial. Namun sesuai perkembangan HUB atau Concentrator penggunaan kabel ini pun mulai berkembang dan kabel UTP yang dipilih, karena selain harganya tidak terlalu mahal namun kemampuannya bisa diandalkan.

 

Kabel jenis lain yang sempat populer awal tahun 1990-an adalah kabel coaxial. Kabel jenis ini hampir sama seperti kabel antena televisi. Kabel lain yang juga sangat populer adalah Fiber Optik (F/O). Kabel jenis ini sangat mahal harganya, tetapi kemampuannya mendukung kecepatan transfer data sangat tinggi.

 

v  HUB atau Concentrator

Secara sederhana HUB bisa dikatakan suatu perangkat yang memiliki banyak port yang akan menghubungkan beberapa Node atau titik sehingga membentuk suatu jaringan pada topologi star. Pada jaringan yang umum dan sederhana salah satu port menghubungkan HUB tersebut ke komputer Server. Sedangkan port lainnya digunakan untuk menghubungkan komputer client atau workstation yang sudah memiliki NIC untuk membentuk suatu jaringan.

Jika akan dilakukan pengembangan HUB juga bisa dihubungkan ke HUB berikutnya secara up-link. Ini terjadi apabila HUB yang digunakan hanya memiliki port 16 port plus 1 port untuk server atau hub lain. Sehingga untuk menambah jaringan diperlukan HUB tambahan.

Dari segi pengelolaan HUB yang saat ini beredar di pasaran ada dua jenis, yaitu manageable HUB dan unmanageable HUB. Manageable HUB adalah HUB yang bisa dikelola atau di-manage dengan software yang di bawahnya. Sedangkan unmana-geable HUB cara pengelolaannya dilakukan secara manual.

Gambar 3. Contoh HUB

Perlu diketahui bahwa HUB hanya memungkinkan pengguna atau user untuk berbagi (share) jalur yang sama. Kumpulan HUB yang membentuk jaringan disebut “Shared Ethernet.” Pada jaringan seperti itu, setiap user hanya akan mendapatkan kecepatan dari bandwidth jaringan yang ada. Umpamanya jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10 Mbps dan pada jaringan tersebut tersambung 20 unit komputer yang semuanya menggunakan sistem operasi Windows 95/98, maka secara sederhana jika semua komputer yang terhubung ke jaringan tersebut bersamaan mengirimkan data, bandwidth rata-rata yang bisa digunakan oleh masing-masing user tersebut hanya 0.5 Mbps.

Gambar 4. Contoh repeater

Pada jaringan yang menggunakan topologi bus, ada juga perangkat sejenis yang mirip HUB namanya repeater (pengulang). Sesuai namanya, repeater bekerja memperkuat sinyal agar lalu lintas data dari client ke server atau sebaliknya lebih cepat apabila jarak antara client atau workstation ke server lebih jauh. Dengan repeater ini jaringan dan sinyal akan semakin kuat. Bahkan apabila kabel yang digunakan jenis coaxial, jaringan akan lebih cepat.

v  LANGKAH :

  • Langkah-langkah Membuat Jaringan Komputer LAN: 
  1.  Sebelumnya anda harus mengetahui dahulu tipe jaringan yang ingin anda gunakan.untuk mengetahui tipe-tipe.
  2.  Pasanglah kabel dan network card. Pemasangan kabel disesuaikan dengan topologi/tipe jaringan yang anda pilih sedangkan pemilihan network card disesuaikan dengan slot yang ada pada motherboard anda. Bila board anda punya slot PCI maka itu lebih baik karena LAN card berbasis PCI bus lebih cepat dalam transfer data. 
  3. Bila anda menggunakan tipe bus maka pada masing-masing komputer harus anda pasang T-Connector yang memiliki dua input. Dan pada komputer yang hanya mendapat 1 input pada input kedua harus dipasang terminator kecuali bila anda membuat jaringan berbentuk circle(lingkaran) dimana semua komputer mendapat 2 input. Misalnya komp1,komp2,komp3 berjajar maka t-conncector pada komp1 dipasang terminator dan kabel ke komp2. Pada komp2 dipasang kabel dr komp1 dan kabel ke komp3. Sedangkan komp3 dipasang kabel dr komp2 dan terminator. 
  4. Bila anda memilih tipe star maka masing-masing kabel dari komputer dimasukkan ke dalam port yang tersedia di hub. Dan bila anda ingin menghubungkan hub ini ke hub lainnya anda gunakan kabel UTP yang dimasukkan ke port khusus yang ada pada masing-masing hub. 
  5. Langkah selanjutnya dadalah sebagai berikut : Pilih Sistem Operasi yang sesuai, Mis : Windows atau Linux Persiapkan Komputer Server yang memadai, sesuai dengan jumlah klien. Pilih Jenis Jaringan, Mis: Jaringan Kabel atau Wireless. 

 

  •  Langkah terakhir adalah setting control panel network conection
  1. Setting network connection di controlpanel>networkConection 
  2. Klik kanan local Area Conection pilih properties 
  3.  Pilih TAB General pilih internet protocol (TCP/IP) pilih prporties 
  4. Pilih use the following Ip adress 
  5. Masukan IPadress : 192.168.0.1 subnet mask : 255.255.255.0 
  6. Pilih OK 
  7. Klik kanan mycomputer pilih properties 
  8.  Pilih TAB ‘Computer Name’ pilih tombol ‘change’ 
  9. di member of pilih ‘workgorup’isi apasaja misal ‘SEMICO’ 
  10.  Isi ‘Computer Name’ apasaja misal ‘User 1′ 
  11. Pilih ‘OK’ atomatis windows merestart 
  12. Lakukan hal demikian di komputer lain dengan syarat ‘Computer Name’ harus berbeda dan Ip address harus berbeda yang lainya harus sama, misal dikomputer lain ‘computer name’ di isi ‘user 2′ dan ip addressnya : 198.168.0.2 untuk ip adress yang harus berbeda cuma digit terakhir yang lainya harus sama. Digit terakhir pada nomor IP address yaitu nomor untuk mengidentifikasi alama sebuah komputer.

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Skema Kabel Relay untuk klakson

Skema Kabel Relay untuk klakson

 
Mungkin berguna buat rekan2

Banyak diantara kita yang kurang puas dengan suara klakson bawaan motor/mobil yang kurang keras/lantang, atau juga lampu standar yang kurang terang atau berdaya kecil.
Di toko partshop atau asesoris otomotif, banyak dijual klakson aftermarket yang suaranya bagus seperti Fiam, Hella, bosch, PIAA, Wolo, Hadley, fer, dsb.
Klakson tersebut membutuhkan daya yang cukup besar, sayangnya kabel yang terpasang pada klakson standar bawaan motor/mobil tidak dapat mengakomodasi kebutuhan daya tersebut.
Malah bisa jadi saklar klakson tersebut akan cepat rusak karena setiap kali ditekan, akan mengeluarkan percik api pada metal contact didalamnya yang lama kelamaan akan aus, bahkan plastik case nya akan meleleh.
Begitu juga dengan pemasangan lampu yang berdaya lebih besar, akan berkasus sama dengan kasus di atas.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, kita membutuhkan bantuan komponen tambahan yaitu relay.
Relay adalah suatu komponen yang digunakan sebagai saklar penghubung/pemutus untuk arus beban yang cukup besar, dikontrol oleh sinyal listrik dengan arus yang kecil.
Dengan menggunakan relay, kabel yang menuju saklar tidak perlu kabel yang tebal, sebab arus yang terhubung ke saklar sangatlah kecil.

Banyak relay yang beredar di partshop, ada berbagai merek seperti Hella, Bosch, Omron, dsb, … dan banyak pula yang dipalsu.
Saya sendiri lebih memilih untuk menggunakan relay bermerek BOSCH yang asli, begitu juga dengan socket relaynya.

Berikut komponen yang diperlukan untuk project ini..
– Socket Relay merek Bosch + terminal konektornya
– Relay Bosch 4 kaki tipe “0 332 019 453”
– Fuse Box (kotak sikring) + terminal konektornya
– Fuse / Sikring yang disesuaikan dengan beban arusnya .. misalnya 10 Ampere.
– Kabel tebal serabut diameter 5mm
– Terminal Ring 10mm.

Cara Pasang..

Ada 2 macam sistem pelistrikan untuk Klakson atau Lampu, yaitu yang dikontrol oleh tegangan positif dan tegangan negatif.

Biasanya sistem yang dikontrol oleh tegangan Negatif menggunakan 2 kabel. Dimana satu kabel untuk ke positif dan satu lagi ke saklar pengontrol.

Sistem yang dikontrol oleh tegangan Positif, biasanya menggunakan 1 kabel saja dari saklar pengontrol. Kabel satunya lagi mengambil negatif dari ground atau body.

NEGATIVE SYSTEM:

Gambar di atas memperlihatkan rangkaian klakson dengan sistem Negative.

Untuk pemasangannya lihat gambar di bawah:

Kaki Relay nomor 30 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari Accu).
Kaki Relay nomor 87 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang).
Kaki Relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A)
Kaki Relay nomor 86 menuju salah satu Kabel klakson (B)

Pemasangan kabel dari kaki 85 dan 86 boleh terbolak balik polaritasnya.

Dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek relay yang ada, harap perhatikan NOMOR kakinya, sebelum memasang!

POSITIVE SYSTEM:

Gambar di bawah memperlihatkan kabel standar yang menuju klakson dipotong.
Untuk bagian yang atas kita beri kode A, dan bagian yang menuju klakson kita beri kode B.

Kaki Relay nomor 30 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari Accu).
Kaki Relay nomor 87 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang).
Kaki Relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A)
Kaki Relay nomor 86 dihubungkan ke body mobil/motor (negatif/ground).

Dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek relay yang ada, harap perhatikan NOMOR kakinya, sebelum memasang!

Nah.. semoga penjelasan di atas bisa mudah dimengerti, dan rekan-rekan bisa pasang sendiri klakson barunya.

Rangkaian di atas sama penerapannya untuk pemasangan lampu tambahan atau merubah lampu ke daya yang lebih besar.

Manfaat yang didapat dengan menggunakan rangkaian relay ini adalah:

– klakson akan bersuara lebih keras/lantang atau lampu akan menyala lebih terang.
– saklar klakson / lampu akan lebih awet.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

RANGKAIAN SISTEM KELISTRIKAN BODY

Jumat, 08 september 2013


 

Rangkaian Sistem Kelistrikan Body
Rangkaian Lampu Kepala
Rangkaian lampu kepala
Keterangan:
. . 1. Lampu kepala kiri
. . 2. Lampu kepala kanan
. . 3. Relay lampu kepala jarak dekat
. . 4. Relay lampu jarak jauh
. . 5. Saklar lampu jarak dekat dan jarak jauh
. . 6. Saklar utama
. . 7. Sekring
. . 8. Fuse link
. . 9. Bateray
 
Rangkaian Lampu Kota
Rangkaian lampu kota
Keterangan :
. . 1. Lampu kota kanan depan
. . 2. Lampu kota kiri depan
. . 3. Lampu kota kiri belakang
. . 4. Lampu kota kanan belakang
. . 5. Relay
. . 6. Saklar
. . 7. Sekring
. . 8. Fuse link
. . 9. Bateray
Rangkaian Lampu Tanda Belok dan Lampu Hazzard
Rangkaian lampu tanda belok dan lampu hazzard
Gambar 18. Rangkaian lampu tanda belok dan lampu hazzard
Keterangan :
. . 1. Lampu tanda belok kiri (depan dan belakang)
. . 2. Lampu tanda belok kanan (depan dan belakang)
. . 3. Saklar lampu Hazzard
. . 4. Saklar lampu tanda belok
. . 5. Flasher (pengedip)
. . 6. Sekring lampu tanda belok
. . 7. Sekring lampu Hazzard
. . 8. Kunci kontak
. . 9. Lampu kontrol tanda belok
Rangkaian Lampu Rem
Rangkaian Lampu rem
Gambar 19. Rangkaian Lampu rem
Keterangan:
. . 1. Lampu Rem kiri
. . 2. lampu rem kanan
. . 3. Switch
. . 4. Sekring
. . 5. Baterai 
. . 30. Arus dari Baterei
. . 54. plus baterai
. . 55. lampu rem
 
Bagian-Bagian Sistem Kelistrikan Body
  • Lampu Kepala
    Lampu ini ditempatkan di depan kendaraan, berfungsi untuk menerangi jalan pada malam hari. Umumnya lampu kepala dilengkapi lampu jarak jauh dan jarak dekat. Nyala lampu jarak jauh dan jarak dekat dikontrol oleh dimmer switch. Lampu kepala menyala bersamaan dengan lampu belakang melalui saklar tarik atau putar. Lampu kepala yang dipakai ada dua tipe, yaitu tipe sealed beam dan bola lampu. Jenis Sealed beam banyak dipakai pada kendaraan yang kostruksinya filamen, kaca dan reflektornya menjadi satu kesatuan. Tipe bola lampu banyak digunakan sebagai lampu depan pada sepeda motor.
Komponen lampu kepala
Gambar 3. Komponen lampu kepala
  • Lampu Kota
    Lampu kota (lampu posisi) pada kendaraan bermotor dapat dinyalakan sendiri dan dapat juga menyala bila lampu kepala dinyalakan. Tujuannya adalah bila malam hari atau gelap, pengendara atau orang lain dapat dengan cepat mengetahui lebar atau tinggi kendaraan (untuk kendaraan jenis truk dan bus).

    Karena kegunaannya untuk mengetahui lebar dan tinggi kendaraan, posisi lampu kota harus berada di bagian ujung dari bagian yang terlebar dan tertinggi dari kendaraan .

    Ada beberapa lampu pada kendaraan yang dapat menyala bersama lampu kota atau posisi, di antaranya lampu penerangan papan instrumen dan lampu plat nomor bagian belakang.

    Arus lampu plat nomor selalu dihubungkan dengan lampu kota sebelah kanan dengan maksud bila lampu kota sebelah kanan belakang mati atau tidak menyala, masih ada tanda yang lain tentang lebar kendaraan.

    Gambar Switch steering

    Penggunaan bola lampu dan sekring
    Dalam satu unit kendaraan bermotor (mobil), pada saat lampu kota atau posisi dinyalakan, jumlah daya lampu yang diperlukan adalah:

    Nama Komponen
    Daya Lampu
    . .4 buah bola lampu kota
    . .2 buah bola lampu plat Nomor
    . .2 buah bola lampu instrumen
    . .4 X 8 Watt = 32 Watt
    . .2 X 3 Watt = 6 Watt
    . .2 X 3 Watt = 6 Watt

    Sekring yang terpasang untuk lampu kota (Tail Fuse) adalah 1,5 X daya lampu (1,5 X 44 Watt = 66 Watt). Kebutuhan sekring yang ada di pasaran adalah 10 Amper, maka pemilihan sekring yang tepat adalah 10 Amper.

  • Lampu Tanda Belok
    Lampu tanda belok atau sein dan lampu hazzard adalah dua sistem tanda yang berbeda, tetapi menggunakan komponen yang sama.

    Sistem ini terdiri atas empat buah bola lampu berwarna kuning, yaitu
    . .1 bola lampu kiri depan 
    . .1 bola lampu kiri belakang
    . .1 bola lampu kanan depan 
    . .1 bola lampu kanan belakang

    Agar sistem tanda ini berfungsi dengan baik, lampu-lampu tersebut harus dapat menyala dan berkedip sempurna, yaitu selama 1 menit adalah 60 kali kedipan. 
    Hal ini bisa terjadi bila arus yang masuk ke bola lampu berupa arus putus-hubung yang diperoleh dari alat pengedip (flasher).

    Bila saklar lampu tanda belok dioperasikan ke kiri atau ke kanan, lampu yang berkedip kiri saja atau kanan saja. Saklar tersebut biasanya terletak di bawah lingkar kemudi dan dirakit di batang kemudi. Bila saklar lampu hazzard dioperasikan atau difungsikan, lampu yang berkedip adalah kiri dan kanan secara bersamaan. Saklar lampu hazzard biasanya terletak di bagian batang kemudi sebelah depan.

    Perbedaan kedua sistem tersebut adalah dari fungsinya, lampu tanda belok dipergunakan bila kendaraan akan mengubah arah atau berbelok, sedangkan lampuhazzard digunakan bila dalam keadaan bahaya. Misalnya mobil sedang menarik atau ditarik mobil lain, mobil berhenti darurat karena ada kerusakan. Oleh karena itu, lampuhazzard harus dapat dinyalakan tanpa harus menyalakan kunci kontak.

    Gambar 5. Saklar (switch) steering

  • Lampu Rem
    Lampu rem pada kendaraan bermotor biasanya berwarna merah dan ditempatkan di bagian belakang yang menyatu dengan lampu kota atau posisi. Daya rem harus lebih besar daripada lampu posisi. Misalnya bola lampu dobel filamen dengan tulisan 8/21 w 12V berarti daya lampu kota 8 w dan lampu rem 21 W dengan tujuan pada saat lampu kota atau posisi menyala dan mobil sedang direm, akan terjadi perubahan sinar lampu terlihat menyala lebih terang.

    Lampu rem akan selalu menyala bila pedal rem diinjak karena pada saat pedal rem diinjak, tekanan tuas pedal rem cenderung ke posisi atas (tidak mengerem).

    Komponen lampu kepala
    Gambar 6. Switch rem

    Komponen lampu kepala

  • Lampu Mundur
    Lampu mundur pada kendaraan bermotor berfungsi di samping untuk memberi tanda mundur pada kendaraan yang berada di belakangnya, juga berfungsi untuk menerangi bagian belakang mobil tersebut. Agar nyala lampu tersebut bisa dibedakan dengan lampu yang lain, warna dari lampu mundur adalah putih. Supaya dapat terlihat jelas pada jarak yang cukup jauh, daya lampu yang terpasang sebesar 23 Watt.

    Lampu mundur hanya dapat menyala bila mesin hidup ( kunci kontak “ON” ) dan gigi transmisi pada posisi mundur.

Rangkaian lampu mundur

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Sistem kerja Pengapian CDI-AC dan DC

 

DIPOSKAN OLEH AGIEB ON KAMIS, 08 SEPTEMBER 2013
 

 

Pada era sebelum tahun 2000-an, umumnya sepeda motor menggunakan sistem pengapian CDI-AC. Dan pada era tahun 2000 sampai sekarang hampir bisa dikatakan seluruh motor telah menggunakan sistem pengapian CDI-DC. Keuntungan dari sistem CDI-DC adalah tegangan yang dihasilkan lebih stabil bila dibandingkan dengan sistem pengapian CDI-AC.

Cara kerja sistem pengapian CDI-AC

Pada saat magnet berputar akan menghasilkan tegangan AC dalam bentuk induksi listrik yang berasal dari kumparan atau biasa di sebut spool. Arus listrik akan dikirimkan ke CDI dengan tegangan antara 100-400volt, tergantung putaran mesin.

Selanjutnya arus bolak-balik (AC) yang berasal kumparan di jadikan arus searah (DC) oleh diode dan disimpan di kapasitor pada CDI unit.

Kapasitor tidak akan melepas arus sebelum komponen yang bertugas menjadi pintu (SCR) bekerja. Bekerjanya SCR apabila telah mendapatkan sinyal pulsa dari kumparan/pulser CDI (Pulse generator)yang menandakan saatnya pengapian.

Dengan berfungsinya SCR tersebut, menyebabkan kapasitor melepaskan arus (discharge) dengan cepat. Kemudian arus mengalir ke kumparan primer koil pengapian dengan tegangan 100-400volt, kemudian terjadi induksi dalam kumparan sekunder dengan tegangan sebesar 15 KV sampai 20 KV. Tegangan tinggi tersebut selanjutnya mengalir ke busi dalam bentuk loncatan bunga api yang akan membakar campuran bensin dan udara dalam ruang bakar.

Pemajuan saat pengapian terjadi secara otomatis yaitu saat pengapian dimajukan bersama dengan bertambahnya tegangan pulser (pulse generator) akibat kecepatan putaran mesin motor.

Cara kerja sistem pengapian CDI-DC

Sistem pengapian CDI-DC hampir sama cara kerjanya dengan sistem pengapian CDI-AC, cuma pada sistem pengapian CDI-DC tegangan sumbernya berasal dari bateray atau AKI (accu), bateray memberikan suplai tegangan 12V ke sebuah inverter (bagian dari unit CDI). Kemudian inverter akan menaikkan tegangan menjadi sekitar 350V. Tegangan 350V ini selanjutnya akan mengisi kondensor/kapasitor. Dan arus baru akan dilepaskan ke koil jika telah ada perintah dari pulser CDI.

Keunggulan dari CDI-DC adalah tegangan sumbernya stabil karena berasal dari baterai (aki), berbeda dengan pengapian sistem CDI-AC yang tegangannya naik turun ikut putaran mesin. Untuk motor SUZUKI di Indonesia, yang memakai CDI-DC pertama kali adalah SHOGUN FD110

Skema Pengapian CDI-AC

Skema Pengapian CDI-DC

– See more at: http://www.laskar-suzuki.com/2012/06/sistem-kerja-pengapian-cdi-ac-dan-dc.html#sthash.tir7GmFV.dpuf

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.